Titik Nol Soekarno di Jombang Diperjuangkan Jadi Cagar Budaya

06 Jan 2026 - 11:54
Titik Nol Soekarno di Jombang Diperjuangkan Jadi Cagar Budaya
Tim Ahli Bupati Jombang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang menggelar pertemuan strategis di Sekretariat Titik Nol Soekarno, Rejoagung, Ploso, Selasa (6/1/2026). (Foto:Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Upaya mengukuhkan Ploso, Jombang, sebagai tempat kelahiran Proklamator RI Soekarno mendapatkan momentum baru. Tim Ahli Bupati Jombang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang menggelar pertemuan strategis di Sekretariat Titik Nol Soekarno, Rejoagung, Ploso, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung "gayeng" dan dihadiri Camat Ploso, perwakilan Situs Persada Soekarno Kediri, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Rejoagung dan Losari itu membahas langkah konkret memperjuangkan legitimasi Situs Kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya nasional.

Medan Amrullah dari Tim Ahli Bupati Jombang menyatakan, pertemuan ini bagian dari kelanjutan perjuangan dan membuktikan semangat masyarakat Ploso yang semakin kuat. Ia mengapresiasi langkah TACB yang telah bersilaturahmi hingga ke Kementerian Kebudayaan.

"Mudah-mudahan masyarakat Ploso, masyarakat Jombang, semua sepakat mendukung bahwa Ploso ini merupakan titik nol dan sekaligus kelahiran Bung Karno. Dan ini kita sama-sama perjuangkan,” tegas Medan dalam keterangannya.

Sementara itu, Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah atau akrab disapa Cak Nas, menyebut pertemuan ini sebagai 'entry point' menuju pengembangan yang lebih cepat untuk eksistensi situs tersebut. Ia menyatakan optimisme tinggi karena keyakinan semua pihak sudah bulat.

"“Jadi kita tidak ada halangan yang berarti sebenarnya. Tinggal kita semakin kompak, semakin menunjukkan kreativitas untuk 'membranding' ini semua. 'Branding' secara fisik maupun yang lainnya,”** jelas Cak Nas, yang merupakan adik budayawan Emha Ainun Nadjib.

Dalam diskusi, Irfan Kharisma dari Tim Ahli Bupati mengangkat sisi simbolis historis. Ia menyebut Bung Karno melengkapi identitas "Ijo-Abang" (hijau-merah) Jombang, yang selama ini diwakili oleh Presiden ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kalangan Nahdlatul Ulama (asosiasi hijau).

"Ijo-Abangnya Jombang, itu bisa lebih kental lagi... simbolnya adalah Gus Dur dan Bung Karno sebagai tokoh utama bangsa Indonesia... keduanya lahir di Jombang,” papar Cak Nas mengulang poin yang dibahas.

Berdasarkan data tertulis dan cerita tutur yang dihimpun TACB Jombang serta penelusur sejarah lokal, disimpulkan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902. Pada 2024 lalu, TACB Jombang telah secara resmi merekomendasikan agar situs ini ditetapkan sebagai cagar budaya.

Pertemuan ini juga membahas skema-skema yang dapat dijalankan masyarakat dan pemerintah daerah sambil menunggu proses penetapan formal dari pemerintah pusat. Dukungan terhadap "Titik Nol Soekarno" di Ploso ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Jombang sebagai kota kelahiran tokoh-tokoh besar penentu warna bangsa.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow