Tinjau RTH Wlingi–Kanigoro, Bupati Blitar Pacu Rehabilitasi Trotoar Demi Adipura 2026

24 Feb 2026 - 08:56
Tinjau RTH Wlingi–Kanigoro, Bupati Blitar Pacu Rehabilitasi Trotoar Demi Adipura 2026
Bupati Blitar Rijanto ketika meninjau RTH Wlingi dan Kanigoro, Selasa (24/2/2026). (Anang/afederasi.com) 

Blitar, (afederasi.com) - Bupati Blitar Rijanto menapaki jalur pedestrian di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi dan Kanigoro, Selasa pagi (24/2/2026), untuk memastikan kesiapan Kabupaten Blitar menghadapi lomba Kota ASRI dan penilaian Piala Adipura 2026. Peninjauan itu menjadi penegasan komitmen terhadap Program ASRI—Aman, Sehat, Rapi, dan Indah—yang digadang sebagai fondasi pembenahan wajah kota.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Blitar didampingi organisasi perangkat daerah terkait, camat, lurah, serta unsur teknis. Agenda itu, menurutnya, merupakan tahap awal sebelum rehabilitasi fisik dilakukan, sekaligus konsolidasi lintas sektor agar pembenahan berjalan serempak dan terukur.

Fokus perhatian Bupati Blitar tertuju pada RTH di Kecamatan Wlingi dan RTH di Kecamatan Kanigoro. Dua kawasan ini dinilai sebagai etalase kota dan simpul aktivitas warga—mulai dari olahraga pagi hingga interaksi sosial—sehingga kualitas trotoar dan prasarana pendukungnya menjadi krusial.

Di sela kegiatan, Bupati Blitar menjelaskan bahwa sejumlah segmen trotoar mengalami penurunan kualitas. “Kami bersama OPD, Camat Wlingi, serta Lurah Wlingi dan Babadan meninjau kondisi lapangan untuk ditindaklanjuti rehabilitasi. Ini bagian dari dukungan lomba Kota ASRI dan upaya merebut kembali Adipura 2026,” ujarnya.

Bagi Bupati Blitar, trotoar bukan sekadar jalur pejalan kaki. Ia menyebutnya sebagai indikator kota yang layak huni—aman bagi warga, tertata rapi, dan nyaman digunakan. Jalur pedestrian yang representatif, katanya, akan menopang fungsi RTH sebagai ruang publik yang sehat dan inklusif.

Sejarah Wlingi yang pernah menyabet Adipura menjadi pengungkit semangat. Bupati Blitar menilai capaian masa lalu itu harus diterjemahkan dalam kerja berkelanjutan, bukan nostalgia. Gerakan bersih lingkungan dan perbaikan fasilitas publik, tegasnya, harus konsisten hingga masa penilaian tiba.

Rencana rehabilitasi yang disiapkan Bupati Blitar tak berhenti pada penggantian permukaan trotoar. Pemerintah kabupaten juga menata ulang kawasan sekitar RTH: memperbaiki drainase, menambah bangku taman, menyediakan tempat sampah, serta merapikan tanaman hias agar ruang publik lebih ramah dan menarik.

Dengan konsep tersebut, Bupati Blitar ingin trotoar menjadi bagian integral dari lanskap kota—bukan hanya koridor lalu lintas pejalan kaki, melainkan ruang interaksi yang aman dan estetik. Pembenahan dilakukan bertahap, disesuaikan dengan prioritas dan kondisi teknis di lapangan.

Namun Bupati Blitar mengingatkan, Adipura tak bisa dimenangkan oleh pemerintah semata. Partisipasi warga—menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, dan menata lingkungan masing-masing—menjadi penentu. “Kalau ingin Blitar bersih dan indah, semua pihak harus terlibat,” katanya.

Optimisme tetap terjaga. Bupati Blitar meyakini sinergi pemerintah daerah, OPD, dan masyarakat akan membuat Wlingi serta Kanigoro tampil maksimal dalam penilaian Adipura 2026. Peninjauan langsung ini diharapkan mempercepat realisasi rehabilitasi, sekaligus memberi dampak nyata bagi kenyamanan warga dan citra Kabupaten Blitar sebagai kota yang aman, sehat, rapi, dan membanggakan. (Adv/Kmf) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow