Terpeleset, Bocah Ditemukan Meninggal di Kali Pasinan Lamongan

Korban saat itu bermain di depan rumah, kemudian terpeleset dan jatuh ke Kali Pasinan yang sedang meluap akibat hujan deras,” kata Hamzaid kepada afederasi.com, Rabu (15/4/2026) pagi.

15 Apr 2026 - 04:11
Terpeleset, Bocah Ditemukan Meninggal di Kali Pasinan Lamongan
Tim SAR dan Warga usai Berhasil Mengevakuasi Jenazah Bocah 8 Tahun Warga Kecamatan Brondong Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Seorang anak yang baru berusia 8 tahun di Lamongan dilaporkan tenggelam setelah terpeleset ke aliran sungai yang tengah meluap akibat hujan deras. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang anak yang menjadi korban tenggelam itu berinisial MZM (8), warga Kecamatan Brondong. Korban diketahui tenggelam di Kali Pasinan yang ada di Kelurahan/Kecamatan Brondong, Selasa malam (14/4/2026) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama 3,5 jam.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengungkapkan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat korban tengah bermain di depan rumahnya di tengah kondisi hujan deras. Saat kejadian, debit air Kali Pasinan meningkat hingga meluap, sehingga arus menjadi deras.

“Korban saat itu bermain di depan rumah, kemudian terpeleset dan jatuh ke Kali Pasinan yang sedang meluap akibat hujan deras,” kata Hamzaid kepada afederasi.com, Rabu (15/4/2026) pagi.

Melihat anaknya tercebur dan terseret arus, ibu korban berinisial EP (28) sempat berupaya menolong dengan menceburkan diri ke sungai. Namun derasnya arus membuat upaya tersebut gagal.

“Ibu korban sempat mencoba menolong, namun tidak berhasil karena arus air cukup deras. Korban kemudian terbawa arus ke arah utara,” ujarnya. 

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan melaporkan ke pihak berwenang. Tak berselang lama, tim gabungan dari Satpolairud Polres Lamongan, Polsek Brondong, serta Basarnas turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Setelah dilakukan penyisiran selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal terpeleset.

“Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal dalam kondisi meninggal dunia, kemudian langsung dievakuasi ke rumah duka,” jelas Hamzaid.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir dan luapan sungai.

"Selalu awasi anak-anak kita ketika bermain agar tidak terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan," imbaunya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow