Sukses Turunkan hingga 6,9 Persen, Lamongan Jadi Tujuan Kaji Tiru Kabupaten Banjar dan Kota Salatiga

Jadi ada laporannya, saya juga masih memperoleh laporan terkait penambahan atau pengurangan berat badan hingga tinggi badan anak asuh stunting saya. Perlu komitmen bersama, semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices yang bisa pula dilaksanakan di wilayah Bapak/Ibu dan dapat berdampak pada penurunan angka stunting," pungkasnya.

09 Apr 2026 - 14:45
Sukses Turunkan  hingga 6,9 Persen, Lamongan Jadi Tujuan Kaji Tiru Kabupaten Banjar dan Kota Salatiga
Mas Dirham Menerima Langsung Kunjungan Wakil Walikota Salatiga Nina Agustin dan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsy di Ruang Kerjanya (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam menurunkan angka prevalensi stunting secara drastis menjadi magnet bagi daerah lain untuk belajar. Dari angka 27,5 persen di tahun 2022, Lamongan mampu menekan stunting hingga menyentuh angka 6,9 persen di tahun 2024.

Capaian ini menjadikan Lamongan sebagai tujuan utama pelaksanaan kaji tiru. Pada Kamis (9/4/2026), Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan, menerima langsung kunjungan Wakil Walikota Salatiga Nina Agustin dan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsy di Ruang Kerjanya.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Mas Dirham ini memaparkan berbagai program strategis yang telah dijalankan di Lamongan. Beberapa di antaranya meliputi pendampingan kader, sekolah orang tua hebat (SOTH), gerakan 1-10-100, gerakan orang tua asuh cegah stunting, hingga dapur sehat atasi stunting (Dashat).

Selain itu, terdapat pula gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan) untuk remaja putri, serta Sadel Cepak (Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak) sebagai upaya preventif dari hulu.

"Tentu untuk keberhasilan program-program ini juga butuh kerjasama yang baik dari berbagai pihak, dengan pemerintah desa, dengan pengusaha juga yang bisa diajak sebagai salah satu orang tua asuh. Perlu terus dipantau dan dilakukan evaluasi, dimapping juga karena kadang bisa salah sasaran," terang Mas Dirham.

Mas Dirham juga menceritakan pengalamannya terlibat langsung sebagai salah satu orang tua asuh. Hingga saat ini, ia masih rutin mendapatkan laporan perkembangan fisik anak asuh yang didampinginya.

"Jadi ada laporannya, saya juga masih memperoleh laporan terkait penambahan atau pengurangan berat badan hingga tinggi badan anak asuh stunting saya. Perlu komitmen bersama, semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices yang bisa pula dilaksanakan di wilayah Bapak/Ibu dan dapat berdampak pada penurunan angka stunting," pungkasnya.

Kunjungan kaji tiru ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi Kabupaten Banjar dan Kota Salatiga dalam mengadaptasi langkah-langkah taktis Lamongan untuk diterapkan di daerah masing-masing. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow