Rayakan Status WBTB, Golkar Tulungagung Beri Panggung Khusus Seniman Jaranan

DPD Partai Golkar Tulungagung gelar pagelaran Jaranan Sentherewe untuk rayakan status Warisan Budaya Tak Benda. Ratusan warga antusias saksikan aksi seniman muda.

07 Jun 2026 - 20:24
Rayakan Status WBTB, Golkar Tulungagung Beri Panggung Khusus Seniman Jaranan
Ratusan warga Tulungagung memadati halaman Kantor DPD Partai Golkar setempat, menyaksikan pagelaran seni tradisional Jaranan Sentherewe (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Ratusan warga Tulungagung memadati halaman Kantor DPD Partai Golkar setempat, Minggu (7/6/2026). Mereka antusias menyaksikan pagelaran seni tradisional Jaranan Sentherewe yang digelar sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian warisan budaya daerah.

​Pertunjukan ini sekaligus merayakan pengakuan Jaranan Sentherewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan. Sepanjang acara, penonton dari berbagai usia tampak larut dalam kemeriahan musik tradisional dan atraksi yang disuguhkan.

​Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung, Jarot Hartanto, mengatakan bahwa acara ini sengaja digelar untuk memberikan ruang bagi pelaku seni lokal. Menurutnya, status WBTB merupakan momentum penting bagi eksistensi kesenian khas Tulungagung di tingkat nasional.

​"Kami sengaja memberikan ruang apresiasi bagi pelaku Jaranan Sentherewe sebagai bentuk dukungan nyata pelestarian budaya lokal," ujar Jarot di lokasi acara.

​Jarot menegaskan, pengakuan nasional tersebut membawa konsekuensi tanggung jawab bersama dalam menjaga regenerasi seniman. Ia berharap status WBTB menjadikan Jaranan Sentherewe semakin berkelas dan dikenal luas.

​"Jaranan Sentherewe kini sudah naik kelas. Status WBTB menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk memastikan regenerasi pelaku seni terus berjalan," tegasnya.

​Pada gelaran kali ini, kelompok seni Cokro Budoyo tampil memukau dengan komposisi pemain yang didominasi anak muda. Sebanyak 80 persen anggota kelompok tersebut merupakan generasi penerus yang dinilai menjadi kunci pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

​"Ini bukti nyata bahwa Jaranan Sentherewe terus hidup dan berkembang di tangan generasi penerus," jelas Jarot.

​Kedepannya, DPD Golkar Tulungagung berencana menggandeng lebih banyak kelompok seni untuk berkolaborasi. Langkah ini diambil agar gerakan pelestarian kesenian lokal semakin masif.

​Jarot juga berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan berkelanjutan, baik melalui fasilitas maupun pembinaan intensif. Sinergi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar Jaranan Sentherewe tetap eksis.

​"Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis Jaranan Sentherewe akan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Tulungagung sepanjang masa," pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow