Golkar Tulungagung Kritik Minimnya Fasilitas Kesenian, Dorong Pembangunan Galeri Seni

Golkar Tulungagung soroti peran Dewan Kesenian dan pentingnya pembangunan galeri seni sebagai sarana literasi budaya daerah di Tulungagung.

08 Jun 2026 - 15:29
Golkar Tulungagung Kritik Minimnya Fasilitas Kesenian, Dorong Pembangunan Galeri Seni
Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung, Jarot Hartanto, ketika dikonfirmasi awak media (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Partai Golkar Tulungagung menyoroti perlunya penguatan ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Tulungagung. Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung, Jarot Hartanto, menegaskan bahwa kebangkitan seni lokal tidak boleh hanya bergantung pada legitimasi lembaga formal seperti Dewan Kesenian.

​Menurut Jarot, kunci utama kemajuan seni budaya terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menggerakkan kreativitas hingga ke level akar rumput. Ia menilai selama ini masih ada sekat dalam penyatuan gagasan antarkelompok seni yang menghambat kolaborasi.

​"Golkar Tulungagung mengajak semua pihak kembali mengangkat seni dan budaya. Jangan hanya mengandalkan legitimasi badan atau dewan, tetapi bagaimana SDM mampu menggerakkan seni budaya sampai ke masyarakat," ujar Jarot, Senin (8/6/2026).

​Sebagai bentuk dukungan nyata, Golkar Tulungagung kini aktif menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat seni mereka. Meski diakui masih terdapat keterbatasan sarana, pihaknya berkomitmen membantu agar karya seniman lokal tetap bisa dipublikasikan.

​Terkait keberadaan Dewan Kesenian, Jarot berharap lembaga tersebut kembali menjalankan fungsi idealnya. Ia menyoroti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini dinilai belum merata menyentuh seluruh pelaku seni di daerah.

​"Harapan besarnya, Dewan Kesenian bisa menjadi rumah bersama bagi semua seniman dan budayawan. Seni dan budaya akan berkembang jika semua pihak berjalan beriringan," tegasnya.

​Lebih lanjut, Jarot juga menyoroti minimnya infrastruktur pendukung, khususnya ketiadaan galeri seni atau museum khusus di Tulungagung. Ia menilai fasilitas tersebut sangat krusial sebagai wadah literasi budaya sekaligus dokumentasi sejarah kesenian daerah.

​"Taman Budaya memang sudah ada untuk pentas, tetapi galeri seni atau museum yang merekam peradaban dan sejarah kesenian Tulungagung belum ada. Padahal, itu sangat penting," ungkapnya.

​Jarot menambahkan, keberadaan museum atau galeri seni akan menjadi sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda. Dengan dokumentasi yang baik, warisan seperti seni Jaranan dan tradisi lainnya dapat terjaga kelestariannya dan mudah dipelajari oleh generasi penerus.

​"Ketika sudah terliterasi dengan baik, anak-anak yang berkunjung ke museum bisa mengenal kekayaan seni daerahnya. Itu akan menjadi warisan budaya yang terus hidup," pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow