Pos Mudik Unik di Gresik: Kapal Nyai Ageng Pinatih Jadi Ikon Pengamanan Lebaran 2026
"Kami ingin menghadirkan pos pengamanan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai edukasi. Tema Kapal Nyai Ageng Pinatih ini kami pilih untuk mengangkat sejarah dan peran penting tokoh perempuan dalam perkembangan Gresik,” ujarnya, Jum'at (20/03/2026).
Gresik, (afederasi.com) - Pemandangan tak biasa menyambut para pemudik di halaman Masjid KH Ahmad Dahlan, Raya Bunder, Kabupaten Gresik. Sebuah replika kapal bernuansa sejarah berdiri megah, menarik perhatian siapa pun yang melintas di area gerbang kota Pudak ini.
Kapal tersebut menyerupai milik saudagar legendaris Nyai Ageng Pinatih, sosok penting dalam perkembangan perdagangan dan penyebaran Islam di Gresik.
Namun, kapal itu bukanlah artefak asli, melainkan bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai Pos Pelayanan dan Pengamanan (Posyan) Mudik Lebaran 2026 oleh Polres Gresik.
Pos ini menjadi salah satu dari enam titik strategis yang disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.
Mengusung tema Kapal Nyai Ageng Pinatih, pos tersebut tak sekadar menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang edukasi sejarah lokal. Beragam fasilitas disediakan untuk pemudik, mulai dari layanan SIM keliling, SKCK online, hingga snack dan minuman gratis.
Bahkan, tersedia kursi pijat dan layanan pijat tradisional untuk membantu pemudik melepas lelah.
Kapolres Gresik, Ramadhan Nasution, menjelaskan bahwa konsep ini sengaja dihadirkan untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pos pengamanan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai edukasi. Tema Kapal Nyai Ageng Pinatih ini kami pilih untuk mengangkat sejarah dan peran penting tokoh perempuan dalam perkembangan Gresik,” ujarnya, Jum'at (20/03/2026).
AKBP Ramadhan juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan mudik.
“Kami mengimbau para pemudik untuk beristirahat minimal setiap dua jam sekali. Jangan memaksakan diri jika lelah, karena keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Selain mengedepankan kenyamanan, AKBP Ramadhan juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan.
“Kami minta seluruh petugas tetap mengedepankan sikap humanis, namun tetap waspada dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tambahnya.
Dengan konsep unik dan fasilitas lengkap, kehadiran pos ini diharapkan tidak hanya mampu menekan risiko kecelakaan, tetapi juga memberikan pengalaman mudik yang lebih aman, nyaman, sekaligus sarat nilai sejarah bagi masyarakat.(frd)
What's Your Reaction?



