Peringati Hari Bumi, Pemkab Situbondo Hijaukan 20 Hektare Lahan di Jatibanteng
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menginisiasi penanaman 20 ribu pohon di Desa Semambung untuk memperingati Hari Bumi 2026 dan mencegah bencana banjir.
Situbondo, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Situbondo memperingati Hari Bumi Sedunia 2026 dengan langkah konkret melalui penanaman 20 ribu pohon secara serentak di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Rabu (22/4/2026). Aksi hijau ini difokuskan pada pemulihan lahan kritis seluas 20 hektare guna memperkuat ketahanan ekologi daerah dari ancaman bencana alam.
Gerakan ini bermula dari inisiatif personal Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menyambut ulang tahunnya ke-42 dengan cara unik. Alih-alih menerima kado konvensional, pria yang akrab disapa Mas Rio ini meminta kiriman bibit pohon kepada kolega dan masyarakat sebagai hadiah.
"Awalnya saya membuat status di media sosial, saya minta jangan diberi hadiah apa pun selain pohon," ujar Rio di sela-sela aksi penanaman.
Ia menegaskan bahwa kado terbaik bagi masa depan bukanlah benda mati, melainkan sesuatu yang tumbuh dan memberikan oksigen bagi generasi mendatang.
Rio menjelaskan bahwa gerakan penghijauan ini memiliki nilai strategis bagi Situbondo, khususnya wilayah barat yang sempat terdampak banjir hebat beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemulihan ekosistem melalui penanaman pohon adalah langkah mitigasi jangka panjang yang paling efektif untuk mencegah erosi dan menyerap air hujan.
"Kita berikhtiar melakukan mitigasi dan pencegahan agar Situbondo senantiasa dalam perlindungan," katanya.
Ia juga menekankan bahwa kesadaran menjaga lingkungan harus tumbuh sebagai budaya kolektif warga, tanpa bergantung pada siapa pun figur pemimpinnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Situbondo, Sandy Hendrayono, memastikan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada tahap seremonial. Pihaknya bersama Perhutani akan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan bibit-bibit tersebut tumbuh maksimal di titik rawan longsor.
"Semoga seluruh bibit yang ditanam bisa hidup dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang," ungkap Sandy.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar bibit yang dipilih adalah jenis pohon produktif yang dapat menghasilkan buah untuk menunjang ekonomi warga sekitar.
Penanaman ini melibatkan kolaborasi luas dari unsur Forkopimda, organisasi masyarakat, hingga pelajar. Langkah kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa Situbondo sedang berupaya menanam harapan di tengah tantangan krisis iklim global melalui tindakan nyata di tingkat lokal.(vya/dn)
What's Your Reaction?



