Pengurus Dekranasda Jombang 2025-2030 Resmi Dilantik
Jombang, (afederasi.com) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang ini menjadi tonggak baru bagi pengembangan sektor kerajinan dan ekonomi kreatif di Kota Santri, Jumat (13/02/2026).
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, dan dihadiri oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, S.E. Turut hadir Wakil Bupati Jombang Salmanudin mewakili Bupati selaku Pembina, Sekdakab Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta para undangan.
Dalam sambutannya, Arumi Bachsin memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Jombang atas kesiapan menyambut kepengurusan baru. Ia menekankan bahwa keterlibatan para kepala OPD dalam struktur Dekranasda jangan dipandang sebagai tambahan pekerjaan.
"Ngurusin Dekranasda itu tidak menambah beban. Justru ini adalah motor penggerak program Bapak/Ibu sekalian," tegas Arumi dengan gaya khasnya.
Istri Wagub Jatim itu menjelaskan, Dekranasda merupakan wadah kolaborasi strategis antara pemerintah, akademisi, dan swasta. Menurutnya, kehadiran Ketua Dekranasda sebagai public figure akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program-program UMKM.
"Dengan kehadiran Ibu Ketua Dekranasda sebagai public figure dan orang terdekat pemegang kebijakan, impact dan kepercayaan masyarakat terhadap program UMKM akan jauh lebih tinggi," ungkapnya.
Arumi juga menitipkan pesan khusus kepada Ketua Dekranasda Jombang yang baru. "Saya titipkan Dekranasda Jombang kepada Ibu Yuliati. Saya yakin Dekranasda akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang luar biasa," puji Arumi.
Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang masa bakti 2025–2030, Yuliati Nugrahani Warsubi, menegaskan bahwa kepengurusan barunya dirancang secara profesional dan inklusif.
Struktur kepengurusan melibatkan berbagai unsur, dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebagai Ketua Harian (Ex-officio), serta dukungan dari Bapperida, Disporapar, hingga Dinas Pendidikan & Kebudayaan.
Yuliati menegaskan bahwa tugas Dekranasda ke depan bersifat konkret, bukan sekadar seremonial.
"Fokus kami adalah memastikan karya tangan terampil masyarakat Jombang memiliki nilai jual tinggi dan dihargai di pasar luas. Dekranasda harus menjadi wadah kolaborasi yang solid," tegasnya.
Beberapa program unggulan yang akan dijalankan antara lain:
1. Integrasi dengan Wisata Religi: Bekerja sama dengan agen travel untuk mengarahkan peziarah Makam Gus Dur agar berkunjung ke galeri Dekranasda.
2. Program "Bapak Asuh": Berkolaborasi dengan perusahaan ritel besar untuk membina klaster usaha kain sarung goyor dan produk makanan olahan.
3.Pemasaran Digital: Menyusun Katalog Resmi Souvenir Pemkab Jombang dan mengisi marketplace lokal agar produk UMKM menjadi pilihan utama.
4.Display di Kantor OPD: Mewajibkan seluruh kantor OPD dan Kecamatan memasang produk unggulan di lobi sebagai bentuk dukungan pemasaran.
Mewakili Bupati Jombang, Wakil Bupati Salmanudin menegaskan bahwa kepengurusan baru harus bergerak cepat menyelaraskan visi dengan program prioritas daerah, khususnya program "1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB)".
"Dekranasda harus bersinergi dengan program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru. Kita memiliki klaster potensial seperti Tenun Sarung Goyor di sektor kriya, serta olahan makanan, minuman, dan keripik yang punya potensi besar," ujar Gus Wabup.
Gus Salman itu juga menekankan pentingnya kurasi ketat terhadap kualitas, kemasan, dan branding. "Standar kualitas harus tinggi sehingga layak menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Jombang," tuturnya.
Menghadapi tantangan digital, Pemkab Jombang mendorong Dekranasda untuk lebih adaptif dengan percepatan implementasi QRIS dan perluasan akses pasar melalui marketplace.
Pihaknya juga meminta perusahaan besar untuk berperan sebagai "Bapak Asuh" bagi pelaku usaha mikro melalui pendampingan manajemen dan penyediaan ruang etalase khusus.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, Dekranasda Jombang diharapkan mampu menjadi katalisator kebangkitan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat posisi Jombang sebagai destinasi wisata religi dengan produk unggulan yang berdaya saing tinggi. (san)
What's Your Reaction?



