Penderitaan Warga Palestina Pasca-Pembebasan: Kesaksian Mereka yang Ditahan di Penjara Israel

Sejumlah warga Palestina yang dibebaskan pekan lalu oleh Israel sebagai bagian dari kesepakatan jeda kemanusiaan dengan kelompok perlawanan Hamas, mengungkapkan penderitaan selama ditahan di penjara-penjara Israel.

27 Nov 2023 - 09:26
Penderitaan Warga Palestina Pasca-Pembebasan: Kesaksian Mereka yang Ditahan di Penjara Israel
Ilustrasi penjara Israel dengan keamanan maksimum [Foto: Antara]

Israel, (afederasi.com) - Sejumlah warga Palestina yang dibebaskan pekan lalu oleh Israel sebagai bagian dari kesepakatan jeda kemanusiaan dengan kelompok perlawanan Hamas, mengungkapkan penderitaan selama ditahan di penjara-penjara Israel. Laith Othman, pemuda 17 tahun asal Ramallah, Palestina, menyebut situasi di dalam penjara sebagai "sangat buruk, Mereka melarang kami keluar dari sel, makanannya sangat buruk, waktu untuk mandi sangat singkat," kata Othman seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Raghd Al-Fanni, warga Palestina lainnya, juga menuturkan kehidupan yang sulit selama ditahan di penjara Israel, terutama setelah serangan 7 Oktober 2023. Para tahanan, kata Al-Fanni, tidak mendapatkan kebutuhan dasar sebagai manusia, dan air minum di penjara terasa seperti klorin. Fareed Najm, seorang perempuan yang juga ditahan, mengungkapkan bahwa para tahanan tidak diberi air minum bersih dan makanan yang cukup. Mereka juga mengalami perlakuan merendahkan selama perjalanan pulang. "Kami telah banyak menderita di penjara, Mereka selalu memperlakukan kami dengan cara yang sangat buruk," kata Najm seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Muhammad Abu Naim, seorang tahanan Palestina, menambahkan bahwa kehidupan di penjara sangat menderita. "Saya dibebaskan dalam keadaan telanjang dengan celana boxer, tanpa ponsel atau apa pun. Kami telah disiksa di penjara. Kami mendengar teriakan keras dari bagian lain penjara, terutama tahanan dari Gaza, dan melihat banyak darah," ungkap Abu Naim seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Jeda kemanusiaan selama empat hari antara tentara Israel dan Hamas, yang dimulai pada Jumat (24/11), memungkinkan pertukaran tawanan dan pengiriman bantuan. Hamas menukar 24 warga Israel dan warga asing dengan 39 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Perjanjian tersebut mencakup pertukaran 50 sandera Israel dengan 150 tahanan Palestina secara bertahap selama empat hari. Israel memperkirakan sekitar 239 warga Israel ditahan oleh Hamas, dan gencatan senjata bisa diperpanjang jika Hamas terus membebaskan sandera, setidaknya 10 orang per hari. Sumber Palestina menyebut bahwa hingga 100 sandera bisa dibebaskan. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow