Pemkab Trenggalek Launcing Rumah Terapi Tumbuh Kembang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melauncing 'Rumah Terapi Tumbuh Kembang' bagi penyandang disabilitas
Trenggalek, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melauncing 'Rumah Terapi Tumbuh Kembang' bagi penyandang disabilitas, Senin (24/7/2023).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menyambut baik dengan diluncurkannya rumah tersebut. Dan pihaknya berharap ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat.
" Dengan begitu setiap orang tua atau wali murid yang memiliki anak disabilitas, tidak perlu jauh jauh ke luar Trenggalek. Untuk lokasisnya sendiri, bertempat di salah satu ruang di Kantor Dinas Sosial PPPA Trenggalek," ungkapnya.
Disampaikan Novita, rumah terapi ini merupakan cita cita lama untuk dibangun. Tujuannya agar layanan untuk tumbuh kembang anak anak berkebutuhan khusus di Trenggalek tidak usah jauh-jauh ke Surakarta.
" Saya ingin bagaimana layanan yang ada di Surakarta yang demikian terpadunya itu juga bisa dilakukan di Trenggalek. Memang kita belajar ke Surakarta dan alhasil juga mendapat support penuh dari Surakarta. Bahkan tidak hanya pembelajaran atau keilmuan, tapi support itu juga berupa anggaran," terangnya.
Nanti kedepan masih kata Novita, pihaknya juga akan kembangkan pusat pelayanan terpadu untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini.
" Dengan demikian, bisa mewakili dari harapan setiap wali murid yang memiliki anak berkebutuhan khusus, sehingga tidak harus ke luar kota, di Trenggalek juga bisa," jelasnya.
Layanan ini lanjut Novita, juga sesuai dengan harapan masyarakat seperti yang disampaikan Bupati Trenggalek. Bisa disentuh dan diakses oleh masyarakat di setiap desa.
Perlu di ketahui bahwa geografis Kabupaten Trenggalek ini agak sedikit susah untuk diakses oleh teman-teman berkebutuhan khusus. Baik dari segi jalannya maupun anggarannya juga.
" Maka dari itu kita butuh gotong royong, kerjasama antara pemerintah daerah, kecamatan, desa kemudian aktivis ataupun relawan untuk bisa menghantarkan. Atau paling tidak menelepon untuk memperkuat jaring komunikasi dimana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Kemudian tambah Novita, masyarakat yang datang ke sini mungkin butuh penginapan. Dan nanti akan di siapkan pilihan untuk dijadikan rumah singgah.
" Sehingga bagi masyarakat yang rumahnya mungkin jauh, bisa singgah dan melatih anaknya seminggu dua kali," pungkasnya.(pb/dn)
What's Your Reaction?



