Pelebaran Jalan Raya Manyar, Warga Terdampak Terima Kompensasi Total Rp 4,8 Miliar

29 Dec 2023 - 19:41
Pelebaran Jalan Raya Manyar, Warga Terdampak Terima Kompensasi Total Rp 4,8 Miliar
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan ganti rugi pembebasan lahan pelebaran jalan. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Pelebaran ruas Jalan Pantura Raya Manyar yang tengah berlangsung pengerjaannya. Terkait pembebasan lahan, sejumlah warga yang menerima dana kompensasi ganti rugi lahan, tampak bersyukur dan gembira. 

Dana kompensasi yang diserahkan total senilai 4,8 miliar rupiah untuk tanah seluas 797 M². Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada masing-masing pemilik tanah hari ini, Kamis (28/12/2023).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dana kompensasi ini merupakan bentuk ganti rugi atas bidang tanah yang menjadi bagian dalam pembangunan sarana penunjang program strategis nasional Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE).

"Mudah-mudahan yang kita lakukan ini terus berkelanjutan di tahun yang akan datang. Saya tegaskan juga bahwa kita tidak akan bermain-main dalam pengadaan lahan tersebut. Artinya kita sesuaikan dengan prosedur payung hukum yang jelas," terangnya.

Gus  Yani sapaan akrab Bupati juga menggarisbawahi pentingnya sinergitas antara masyarakat, dengan pemerintah dari tingkat daerah, provinsi, dan pusat. Hal ini karena proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini sejatinya belum rampung. Rencananya, pelebaran jalan tersebut digarap sepanjang 2,3 kilometer, yang mana saat ini tengah berjalan sepanjang 1,3 kilometer.

"Syukur-syukur pembebasan lahan untuk sisa ruas jalan yang akan dilebarkan bisa selesai dalam tiga bulan kedepan. Sehingga Kemementerian PU bisa mengeksekusi kembali proses proyek sisa dari 1,3 Km hingga tuntas mencapai 2,3 Km. Kemudian dibangun juga jembatan kembar yang juga akan dibangun Kementerian PU," ujar Gus Yani.

Walaupun belum sepenuhnya rampung, proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini sudah memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini terlihat dari berkurangnya titik kemacetan yang timbul di ruas jalan tersebut. Belum lagi fungsinya dalam menunjang kehadiran KEK JIIPE yang manfaatnya akan bisa dirasakan dalam jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Gresik.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Akmizal menerangkan program pelebaran jalan sepanjang 2,3 Km ini harus tuntas di 2024. Karenanya, dirinya berharap sinergi yang baik bisa terus terjalin antara Kamenterian PUPR, Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow