Pelayanan Ibadah Haji 2026 Berjalan Lancar, DPD FK KBIHU Jombang: Sangat Memuaskan
Mina, (afederasi.com) – Puncak pelaksanaan ibadah haji 2026 yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Mina berlangsung lancar, aman, dan terkendali. Ketua DPD FK KBIHU Kabupaten Jombang, Zulfikar Damam Ikwanto, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi semua pihak yang mendukung kelancaran pelayanan ibadah haji 2026 ini.
"Alhamdulillah, pelayanan ibadah haji 2026 berjalan lancar sampai puncak haji. Jemaah kita dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan khidmat. Tidak ada kendala berarti berkat koordinasi matang antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi," ujar Zulfikar melalui sambungan seluler dari Jombang, Sabtu (30/5/2026).
Tokoh yang akrab disapa Gus Antok itu menegaskan bahwa kualitas layanan haji tahun ini mengalami lompatan signifikan. Menurutnya, sistem yang diterapkan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khususnya jika dibandingkan dengan pelayanan pada musim haji kemarin yang dinilai kurang memuaskan.
"Alhamdulillah, tahun ini sangat memuaskan sekali. Apalagi komunikasi, sinergi, dan kolaborasi dengan para petugas kloter berjalan luar biasa. Mulai dari ketua, pembimbing ibadah, tim kesehatan haji—masya Allah, semuanya seperti saudara, saling mengerti untuk kesuksesan jemaah haji di kloter SUB 61 Jombang dan KBIHU Thoriqul Jannah," terangnya.
Gus Antok secara khusus mengapresiasi para petugas kloter yang dinilainya telah bekerja profesional. Ia menyebutkan bahwa kegiatan pembinaan bagi jemaah dilakukan secara rutin dan terjadwal dengan baik.
"Tidak hanya soal teknis, tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan kerohanian, ibadah, dan kesehatan. Semua terjadwal. Dan sampai saat ini, jemaah haji merasa nyaman," terangnya.
Ke depan, Gus Antok berharap pelayanan haji 2026 ini menjadi fondasi untuk peningkatan kualitas di tahun-tahun berikutnya. Ia mengingatkan pentingnya perencanaan matang dari semua petugas, mulai dari PPIH Arab Saudi hingga petugas kloter, dengan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi jemaah.
"Yang terpenting, harus ada kolaborasi antar petugas. Mulai dari ketua, pembimbing ibadah, tim kesehatan, dokter, perawat, PHD, hingga PIH. Semua harus saling berkolaborasi untuk menyukseskan ibadah haji," pungkasnya.
Tidak hanya dari sisi pembinaan, Gus Antok juga menyoroti faktor teknis sebagai salah satu kunci kelancaran haji 2026. Sistem transportasi terintegrasi dengan shuttle bus berbasis GPS dan kereta api Masyair dinilai sangat membantu mobilitas jemaah.
Berkat sistem ini, pergerakan jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Arafah, Muzdalifah, hingga Mina berjalan sesuai jadwal. Selain itu, akomodasi di tenda-tenda haji juga telah dilengkapi pendingin udara, tempat tidur layak, serta pasokan makanan dan minuman yang cukup. Petugas haji daerah pun disiagakan 24 jam untuk membantu jemaah yang membutuhkan pendampingan.
Dengan persiapan matang dan kolaborasi global, pelayanan ibadah haji 2026 berhasil menjadi tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan haji masa mendatang. (san)
What's Your Reaction?



