Mudik Lebaran 2026: Tol Prosiwangi Situbondo Dibuka Gratis, Polisi Waspadai Bottleneck di Exit Tol
Ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) wilayah Situbondo, Jawa Timur, mulai dibuka untuk publik sejak Sabtu, 14 Maret 2026, hingga 29 Maret mendatang.
Situbondo, (afederasi.com) – Ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) wilayah Situbondo, Jawa Timur, resmi beroperasi secara fungsional guna menyambut lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Jalur bebas hambatan ini mulai dibuka untuk publik sejak Sabtu, 14 Maret 2026, hingga 29 Maret mendatang.
Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan solusi krusial untuk memecah kepadatan di jalur legendaris Pantura. Selama 16 hari masa operasional sementara, pemudik dapat melintasi jalur ini tanpa dipungut biaya hingga pintu keluar Tol Paiton.
“Tol Prosiwangi, khususnya sektor Situbondo Barat, resmi dibuka fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik,” ujar Nanang saat dikonfirmasi di Situbondo, Sabtu (14/3/2026).
Meski menjadi kabar baik bagi pemudik, pihak kepolisian tetap memasang alarm waspada terhadap potensi penumpukan kendaraan. Titik krusial diprediksi terjadi di pintu keluar Tol Situbondo Barat, terutama saat puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026. Lonjakan ini dipicu oleh dimulainya masa cuti bersama nasional.
Guna mengantisipasi antrean panjang, Satlantas Polres Situbondo telah menyiapkan skema penyekatan kendaraan secara situasional. Jika beban kendaraan di pintu keluar melampaui kapasitas, arus akan segera dialihkan.
“Jika terjadi kepadatan dan kendaraan menumpuk, arus akan kami alihkan keluar melalui pintu Tol Paiton,” tegas Nanang.
Selain penyekatan, polisi juga menyiapkan skenario pengalihan arus di jalur arteri melalui Simpang Tiga Desa Buduan, Kecamatan Suboh. Kendaraan nantinya akan diarahkan menuju jalur Arak-Arak Bondowoso melalui koordinasi ketat dengan Polres tetangga.
Tantangan utama di lapangan saat ini adalah jarak antara gerbang keluar tol dengan Simpang Tiga Suboh yang hanya terpaut 800 meter. Selain jarak yang pendek, belum tersedianya lampu lalu lintas di titik pertemuan tersebut memaksa petugas bekerja ekstra keras melakukan pengaturan secara manual.
“Kondisi di lapangan saat ini masih kami tangani secara manual bersama personel PJR,” pungkasnya.
Melalui integrasi operasional tol fungsional dan rekayasa lalu lintas yang matang, diharapkan perjalanan mudik di wilayah Situbondo tahun ini tetap berjalan aman tanpa kendala berarti di jalur utama.(vya/dn)
What's Your Reaction?



