Jombang Tetapkan Target Pajak Daerah Rp 302,4 Miliar, PBJT Listrik Jadi Kontributor Utama

03 Feb 2026 - 13:53
Jombang Tetapkan Target Pajak Daerah Rp 302,4 Miliar, PBJT Listrik Jadi Kontributor Utama
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto . (Foto: Istimewa)

Jombang,  (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menetapkan target agresif untuk Pendapatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) tahun 2026 sebesar Rp 302,4 miliar. 

Target ini tertuang dalam Keputusan Bupati Jombang Nomor: 100.3.3.2/394/415.10.1.3/2025 yang ditandatangani Bupati Warsubi pada 12 November 2025.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto, mengonfirmasi bahwa target tersebut telah ditetapkan secara resmi. 

Dari total target, kontribusi terbesar diharapkan berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik dengan target fantastis sebesar Rp 85 miliar.

“Iya, untuk target penerimaan PDRD 2026 sudah ditetapkan abah bupati. Untuk target pajak daerah sebesar Rp 302,4 miliar,” ujar Sholahuddin, Selasa (03/02/2026).

Rincian Target Pajak Daerah Jombang 2026

Kebijakan fiskal daerah ini ditopang oleh 11 jenis pajak utama. Berikut adalah kontributor pajak terbesar setelah PBJT Tenaga Listrik:

Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Rp 81,6 miliar.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Rp 42 miliar.

Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2): Rp 38,5 miliar.

Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Rp 32,8 miliar.

Sementara itu, beberapa jenis pajak dengan target lebih kecil di antaranya PBJT Makanan/Minuman (Rp 15 miliar), Pajak Air Tanah (Rp 3,5 miliar), Pajak Reklame (Rp 2,2 miliar), serta PBJT Jasa Perhotelan, Parkir, dan Kesenian.

Sholahuddin mengakui bahwa dalam penetapan target ini, terdapat penyesuaian. Beberapa sektor seperti PBB-P2 mengalami penurunan target dibanding tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, sejumlah sektor justru dinaikkan target penerimaannya.

“Memang ada beberapa yang turun. Tapi ada juga beberapa sektor yang targetnya dinaikkan,” imbuhnya.

Menanggapi potensi pencapaian, Bapenda Jombang akan melakukan kajian mendalam per jenis pajak. Sholahuddin menilai Opsen PKB sebagai sektor yang cukup intensif dan menjanjikan, terutama sejak kontribusinya masuk langsung ke daerah mulai 2025.

“Opsen PKB ini kan sudah intens. Kami juga intens komunikasi dengan UPT Pendapatan dari provinsi,” katanya.

Ke depan, untuk memaksimalkan potensi, Bapenda Jombang akan memperkuat koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil.

Dasar Optimisme: Realisasi Tiga Tahun Terakhir Melampaui Target

Optimisme mengejar target Rp 302,4 miliar ini dilandasi tren positif realisasi pajak daerah Jombang dalam tiga tahun terakhir yang konsisten melampaui target:

Tahun 2023: Realisasi Rp 186,5 miliar (Target Rp 163 miliar ).

Tahun 2024: Realisasi Rp 207,4 miliar (Target Rp 194 miliar).

Tahun 2025 (per 12 Desember 2025): Realisasi telah mencapai Rp 322 miliar, melampaui target tahunan sebesar Rp 287 miliar.

Dengan komitmen untuk melakukan koordinasi yang lebih kuat dan mempelajari potensi tiap sektor, Pemkab Jombang berupaya menjaga momentum positif dalam peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow