Dapat Alokasi 18.000 Dosis Vaksin , Disnak Jombang Genjot Vaksinasi Kendalikan PMK

03 Feb 2026 - 14:05
Dapat Alokasi  18.000 Dosis Vaksin , Disnak Jombang Genjot Vaksinasi Kendalikan PMK
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang saat melakukan vaksinasi PMK , Selasa (03/02/20206). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Untuk mengendalikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali muncul, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang menggencarkan program vaksinasi massal. Langkah strategis ini diperkuat dengan kedatangan 18.000 dosis vaksin PMK tahap pertama yang langsung disalurkan ke lapangan.

Kepala Disnak Kabupaten Jombang, Drs. Moch Saleh, M.Si, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Azis Daryanto, menegaskan komitmennya memutus rantai penularan. “Dinas Peternakan Kabupaten Jombang sudah menerima vaksin PMK sebanyak 18 ribu dosis. Sejak kemarin, vaksinasi sudah dilakukan oleh 13 tim vaksinator yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jombang,” jelas Azis, Selasa (3/2/2026).

Azis menyebutkan, 18.000 dosis vaksin PMK tersebut akan diberikan secara bertahap selama bulan Februari 2026. Sisanya akan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya. Ia mengimbau seluruh peternak memanfaatkan momentum ini.

“Kami tegaskan, di musim penghujan seperti ini ternak sangat rawan terserang PMK. Dengan adanya distribusi vaksinasi ini, kami harap seluruh peternak di Jombang berpartisipasi aktif memvaksin ternaknya, terutama sapi,” tandasnya.

Selain vaksinasi, Disnak Jombang secara rutin melakukan penyemprotan desinfektan di sentra-sentra perdagangan ternak. Lokasi prioritas meliputi Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung. Aktivitas ini dilakukan setiap minggu sekali untuk menekan persebaran virus.

Azis memaparkan beberapa faktor penyebab munculnya kembali kasus PMK di Jombang dan beberapa wilayah Jawa Timur. Faktor utama adalah cuaca ekstrem di musim penghujan yang menciptakan lingkungan lembab, ideal bagi perkembangan virus PMK.

“Saat ini sedang puncak musim hujan. Kondisi lembab memungkinkan virus PMK berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Faktor pendukung lainnya adalah masih adanya populasi ternak rentan (terutama pedet/anak sapi yang belum divaksin), serta lalu lintas ternak dari luar daerah dengan status dan riwayat vaksinasi yang tidak jelas.

Disnak Jombang mengimbau seluruh peternak untuk:

1. Segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan jika ada ternak dengan gejala PMK seperti lepuh di mulut, lidah, kuku, dan air liur berlebihan.

2. Mengisolasi ternak sakit dari ternak sehat.

3. Berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi, baik yang disubsidi pemerintah maupun secara mandiri.

4. Menerapkan biosekuriti ketat di kandang, termasuk menjaga kebersihan dan membatasi lalu lintas orang serta hewan.

Salah satu peternak sapi di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Joko Mulyono, menyambut baik program vaksinasi ini. “Terima kasih Disnak Kabupaten Jombang sudah melakukan vaksin pada ternak kami. Kami berharap kegiatan vaksinasi ini rutin diadakan, sehingga peternak tidak cemas dalam beternak sapi,” pungkasnya.

Dengan respons cepat melalui vaksinasi PMK massal dan kolaborasi erat antara pemerintah dan peternak, diharapkan wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Jombang dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke daerah lain.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow