Lebur Rindu di Balik Jeruji, Isak Tangis Warnai Buka Bersama di Lapas Kelas IIB Tulungagung
Ratusan warga binaan yang biasanya menghabiskan waktu dalam sunyi, kini berkesempatan membasuh rindu dengan menyantap hidangan berbuka puasa bersama keluarga tercinta.
Tulungagung, (afederasi.com) – Dinding dingin Lapas Kelas IIB Tulungagung mendadak hangat oleh suasana haru pada Selasa (3/3/2026) petang. Ratusan warga binaan yang biasanya menghabiskan waktu dalam sunyi, kini berkesempatan membasuh rindu dengan menyantap hidangan berbuka puasa bersama keluarga tercinta.
Seiring redupnya cahaya matahari, Aula Lapas tampak sesak oleh sanak saudara yang datang membawa buah tangan dari rumah. Sorot mata bahagia terpancar jelas dari para narapidana saat mereka bisa kembali merasakan hangatnya suasana rumah, meski hanya dalam durasi yang terbatas.
Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Tulungagung, Rizzal Arbi Fanani, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar makan bersama. Pihaknya sengaja membuka pintu bagi keluarga untuk memberikan suntikan moral bagi warga binaan di tengah masa hukuman.
"Kegiatan buka bersama bertujuan menjalin silaturahmi dan memberikan dukungan emosional antara keluarga dengan warga binaan," ujar Rizzal di lokasi.
Meski penuh kehangatan, prosedur keamanan tetap berjalan ketat. Setiap rantang makanan dan barang bawaan pengunjung tak luput dari pemeriksaan teliti petugas untuk memastikan sterilisasi area Lapas dari benda terlarang.
"Petugas melakukan pemeriksaan barang dan badan sebagai mitigasi risiko agar tidak ada barang terlarang masuk ke Lapas," tegasnya.
Tercatat ada 110 keluarga yang memadati aula untuk menemui 70 warga binaan dalam sesi kali ini. Pihak Lapas memberikan kuota maksimal empat orang anggota keluarga untuk setiap warga binaan demi menjaga kondusivitas acara.
"Kami tidak membatasi siapa saja warga binaan yang ikut. Hari ini ada 70 warga binaan yang ikut buka bersama," tambah Rizzal.
Program yang menjadi agenda tahunan ini rencananya akan digelar sebanyak dua kali selama Ramadan 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan agar para penghuni Lapas tetap merasa memiliki ikatan kuat dengan dunia luar.
"Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momen indah bagi mereka di bulan Ramadan," pungkasnya.(dn)
What's Your Reaction?



