KPK Gelar Operasi Senyap di Tulungagung, Pj Sekda hingga Direktur RSUD Merapat ke Polres
Markas Polres Tulungagung dijaga ketat menyusul dugaan operasi senyap KPK pada Jumat malam. Belasan pejabat eselon II dan III Pemkab Tulungagung tampak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan
Tulungagung, (afederasi.com) - Suasana Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) malam nampak tidak seperti biasanya. Pintu gerbang utama yang biasanya terbuka lebar kini tertutup rapat dengan penjagaan ketat personel kepolisian bersenjata lengkap.
Sterilisasi area ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat penting di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.
Berdasarkan pantauan afederasi.com di lapangan, sejumlah kendaraan dinas dan pribadi milik pejabat eselon II dan III tampak memasuki area Mapolres secara bergantian sejak menjelang petang. Di antara daftar pejabat yang hadir terlihat Pj Sekda Tulungagung, Soeroto, Kabag Kesra, Makrus Manan, Kabag Pemerintahan, Arif Efendi, Kabag Umum, Yulius, Kabag Prokopim, Aris, Kepala Satpol PP Tulungagung, Hartono, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, Zuhrotul Aini, dan Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana.
Tak hanya mereka, jajaran Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Dinas lainnya juga terlihat memenuhi panggilan di tengah penjagaan ketat petugas berpakaian sipil.
Seorang sumber internal dari kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi adanya aktivitas lembaga antirasuah tersebut di wilayah hukum Tulungagung. Ia menyebut bahwa operasi ini bersifat sangat rahasia sehingga akses masuk ke Mapolres dibatasi hanya untuk pihak berkepentingan.
“Saya yakin semua orang sudah tahu ada kegiatan KPK di sini,” ujar salah satu anggota Polres Tulungagung singkat saat dikonfirmasi mengenai keberadaan penyidik di dalam gedung.
Saat disinggung lebih jauh mengenai penggunaan fasilitas Mapolres sebagai lokasi pemeriksaan sementara, ia memilih untuk tidak berkomentar banyak. Ia hanya menegaskan bahwa prosedur semacam ini umum dilakukan dalam misi-misi khusus kepolisian dan lembaga hukum lainnya.
“Kegiatan ini sifatnya silent (senyap), jadi tidak bisa banyak diekspos,” tambahnya.
Dugaan pemeriksaan ini diperkuat oleh pernyataan salah satu pejabat yang hadir, Kabag Pemerintahan Arif Effendi. Sebelum melangkah masuk ke dalam gedung, Arif sempat memberikan keterangan singkat mengenai tujuannya mendatangi kantor polisi pada malam hari.
“Saya dipanggil oleh Pak Sekda,” ungkap Arif singkat sembari bergegas menuju ruang pemeriksaan.
Hingga pukul 21.34 WIB, situasi di Mapolres Tulungagung masih belum mencair. Informasi yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 13 pejabat telah merapat ke Mapolres, dan jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah. Muncul pula kabar miring bahwa seorang pejabat teras Pemkab Tulungagung telah dibawa oleh tim penyidik menuju Jakarta melalui Polres Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi luar biasa ini memancing perhatian warga sekitar, mengingat pengamanan ketat dengan menutup akses gerbang utama merupakan pemandangan yang jarang terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK maupun pimpinan Pemkab Tulungagung mengenai status hukum maupun kasus yang sedang didalami dalam operasi senyap tersebut.(riz/dn)
What's Your Reaction?



