Koin Wangi 2026 Siap Menantang Kreativitas Warga dan ASN Banyuwangi

06 Mar 2026 - 15:14
Koin Wangi 2026 Siap Menantang Kreativitas Warga dan ASN Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat peluncuran Koin Wangi 2026. (Humas Pemkab)

Banyuwangi, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi daerah melalui penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi).

Ajang tahunan ini dirancang sebagai wahana bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum untuk menuangkan gagasan kreatif yang dapat menjadi fondasi kebijakan pembangunan ke depan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah ruang kolaborasi yang strategis.

"Kami ingin menciptakan ekosistem di mana setiap individu merasa memiliki ruang untuk berkontribusi. Ide-ide kreatif dan solutif yang lahir dari ajang ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah," kata Bupati Ipuk, Jumat (6/3/2026).

Inisiatif ini sejalan dengan reputasi Banyuwangi yang telah delapan kali berturut-turut sejak 2018 dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam Indonesia Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Prestasi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah daerah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas inovasi di berbagai lini. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, yang akrab disapa Yayan, menjelaskan bahwa Koin Wangi hadir dengan format yang inklusif. Kompetisi ini tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga tenaga pelayanan publik, akademisi, dan masyarakat umum ber-KTP Banyuwangi. Peserta dapat mendaftar secara individu atau berkelompok dengan maksimal tiga orang. 

"Inovasi yang dilombakan mencakup dua kategori utama, yaitu inovasi digital dan non-digital. Ruang lingkupnya pun luas, meliputi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pertanian, pariwisata, hingga sektor lain yang menjadi kewenangan daerah," ungkap Yayan. 

Menariknya, peserta diperbolehkan mengusulkan inovasi yang sudah diimplementasikan maupun yang masih berupa konsep. Namun, terdapat satu syarat penting yang harus dipenuhi.

"Inovasi yang didaftarkan belum pernah meraih penghargaan apa pun, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ini untuk memastikan bahwa ide-ide segar benar-benar mendapatkan apresiasi yang layak," tegasnya. 

Proses penilaian akan dilakukan secara komprehensif melalui evaluasi proposal dan presentasi. Dewan juri yang dilibatkan berasal dari kalangan birokrat, akademisi, dan praktisi yang kompeten di bidangnya. Para pemenang nantinya akan menerima piagam penghargaan, trofi, uang pembinaan, serta fasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa hak cipta. 

"Fasilitasi HKI ini menjadi nilai tambah yang signifikan, karena tidak hanya memberikan pengakuan, tetapi juga perlindungan hukum atas karya inovatif yang dihasilkan," imbuh Yayan. 

Pendaftaran Koin Wangi 2026 akan dibuka mulai 1 hingga 28 Maret 2026. Masyarakat dan ASN yang berminat dapat menyiapkan proposal inovasi terbaiknya. Informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran dan persyaratan teknis dapat diakses melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow