Jumat Berkah Lapas Jombang: Petugas Turun ke Jalan, Bagikan Sarapan ke Masyarakat 

17 Apr 2026 - 09:00
Jumat Berkah Lapas Jombang: Petugas Turun ke Jalan, Bagikan Sarapan ke Masyarakat 
Kalapas Jombang Rino Soleh Sumitro saat membagikan sarapan ke penguna jalan di depan lapas Jombang, Jumat (17/04/2026). (Foto:Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Di balik tembok tinggi dan kawat berduri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jombang menyimpan sisi humanis yang jarang tersorot. Jumat pagi ini (17/04/2026), deretan petugas berseragam justru terlihat ramai di bahu jalan. Bukan untuk mengejar buronan, melainkan membagikan sarapan pagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan bertajuk Jumat Berkah ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Jombang tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Sejak pagi buta, jajaran petugas Lapas Jombang sudah bersiap di area depan gerbang kantor. Mereka menyasar para pengguna jalan yang kerap luput dari perhatian: tukang becak, pemulung, hingga pedagang kaki lima (PKL) yang sedang berjuang mencari rezeki.

Dengan penuh keramahan, para petugas menyodorkan bungkusan nasi dan teh hangat. Senyuman dan sapaan hangat mengiringi setiap pembagian. Suasana yang semula dipenuhi debu dan kebisingan jalan raya berubah menjadi hangat dan penuh kebersamaan.

Rino Soleh Sumitro, Kepala Lapas Jombang, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Menurutnya, Jumat Berkah adalah instruksi langsung sekaligus wujud nyata rasa syukur seluruh jajaran pegawai.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas bukan sekadar tempat pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama," ujar Kalapas Jombang di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, aksi ini juga merupakan bentuk ibadah sosial. Selain mempererat silaturahmi dengan warga sekitar, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling memiliki antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.

Tidak butuh waktu lama bagi para petugas untuk merasakan dampak dari aksi kecil mereka. Salah seorang pengayuh becak yang menerima paket bantuan tampak terharu. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan syukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan.

"Saya kira yang keluar dari lapas hanya orang-orang yang mau masuk penjara. Ternyata ada juga yang baik hati. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak petugas," ujarnya polos.

Yang membedakan kegiatan kali ini adalah komitmen untuk keberlanjutan. Pihak Lapas Jombang merencanakan program Jumat Berkah ini akan terus menjadi agenda rutin. Bahkan ke depan, cakupan penerima manfaat akan diperluas.

"Kami tidak ingin berhenti di sini. Ini baru awal. Kami akan terus menebar manfaat sebanyak-banyaknya," imbuh salah satu petugas lapas yang ikut turun ke jalan.

Selama ini, Lapas kerap dipandang sebagai institusi yang keras, tertutup, dan menakutkan. Melalui kegiatan seperti Jumat Berkah, Lapas Jombang berusaha menghapus stigma kaku tersebut. Mereka ingin menunjukkan bahwa di balik fungsi pengamanan dan pembinaan, ada hati yang peduli terhadap sesama.

Harapannya, dengan semakin seringnya kegiatan sosial seperti ini, masyarakat dapat melihat Lapas Jombang sebagai mitra, bukan momok. Dan pada akhirnya, semangat berbagi ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk melakukan hal serupa.

"Sedikit meringankan beban masyarakat adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga keberkahan Jumat ini sampai kepada kita semua," tutup Kalapas Rino Soleh Sumitro. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow