Jaga Stabilitas Organisasi, Damiran Resmi Ditunjuk Jadi Plt Ketua Pamengku Adat Trenggalek

Keputusan strategis ini diambil menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya, Sunari, yang telah menyerahkan surat pernyataan resmi secara tertulis pada 24 Februari 2026.

04 Mar 2026 - 06:14
Jaga Stabilitas Organisasi, Damiran Resmi Ditunjuk Jadi Plt Ketua Pamengku Adat Trenggalek
Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pamengku Adat Trenggalek, Pratomo Hadi saat serahkan SK Plt Ketua Pemangku Adat Trenggalek (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Struktur kepemimpinan di pucuk organisasi Yayasan Pamengku Adat Trenggalek resmi mengalami perubahan. Pendiri sekaligus Pembina Yayasan, Pratomo Hadi atau yang akrab disapa Mas Tomi, secara resmi menunjuk Damiran sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pamengku Adat Kabupaten Trenggalek guna menjaga keberlanjutan roda organisasi.

Keputusan strategis ini diambil menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya, Sunari, yang telah menyerahkan surat pernyataan resmi secara tertulis pada 24 Februari 2026. Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang dapat menghambat program kerja pelestarian budaya di Bumi Menak Sopal.

"Penunjukan Plt ini kita lakukan setelah Ketua sebelumnya mengundurkan diri secara tertulis," ujar Mas Tomi saat memberikan keterangan pada Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut, Mas Tomi menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan mekanisme organisasi yang sah sesuai dengan ketentuan yayasan. SK pengangkatan Damiran sebagai Plt Ketua mulai berlaku sejak 3 Maret 2026 dan akan berjalan selama enam bulan ke depan hingga 3 Agustus 2026.

"Langkah ini merupakan mekanisme organisasi yang sah sesuai ketentuan yayasan," tegas Mas Tomi.

Pemilihan Damiran bukan tanpa alasan, mengingat sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Pamengku Adat Trenggalek. Pengalamannya dalam memahami dinamika internal organisasi serta pemahaman budaya yang kuat menjadi pertimbangan utama pembina dalam memberikan mandat tersebut. Sebagai langkah penguatan jejaring, pihak yayasan juga berencana melakukan koordinasi dengan Bupati dan Ketua DPRD Trenggalek terkait perkembangan organisasi ini.

"Fokus kami memastikan roda organisasi tetap berjalan baik dan tidak ada kekosongan pimpinan," imbuhnya.

Menanggapi amanah baru tersebut, Damiran menyatakan kesiapannya untuk menjaga soliditas internal serta melanjutkan program-program pelestarian adat yang telah dirancang. Ia berkomitmen membawa Pamengku Adat Trenggalek agar tetap eksis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

“Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Damiran. (pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow