Gress Of Champion, Ajang Kompetisi Intelektual Pelajar Gresik di Tengah Tantangan Era Digital
Kita perlu lebih banyak ruang seperti ini. Di tengah perkembangan digital, anak-anak harus tetap punya wadah untuk berpikir kritis, berkompetisi, dan mengasah kemampuan diri,” ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati.
Gresik, (afederasi.com) – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi pola belajar generasi muda, ajang kompetisi intelektual seperti Gress of Champion Vol. II dan Gebyar Tahfidz Quran menjadi ruang penting untuk menjaga semangat belajar sekaligus membentuk karakter pelajar.
Ratusan siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di Gressmall Gresik, Kamis (09/04/2026). Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga wadah positif di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengimbangi pengaruh teknologi yang kian mendominasi kehidupan pelajar.
“Kita perlu lebih banyak ruang seperti ini. Di tengah perkembangan digital, anak-anak harus tetap punya wadah untuk berpikir kritis, berkompetisi, dan mengasah kemampuan diri,” ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati.
Menurut Gus Yani, kemajuan teknologi seperti game online dan media sosial perlu disikapi secara bijak agar tidak menggeser fokus utama pelajar dalam menuntut ilmu.
“Teknologi itu penting, tapi jangan sampai mengganggu proses belajar. Justru harus dimanfaatkan untuk hal yang positif,” tambahnya.
Ajang ini pun menjadi bukti bahwa kompetisi berbasis intelektual masih diminati. Sebanyak 140 tim mengikuti lomba cerdas cermat dalam Gress of Champion, sementara 228 peserta ambil bagian dalam Gebyar Tahfidz Quran dari jenjang TK hingga SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, menyebut bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana membangun keseimbangan antara kemampuan akademik dan karakter di era digital.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir cepat di tengah tantangan zaman,” jelasnya.
Hariyanto menambahkan, kompetisi seperti ini juga melatih kerja sama tim serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam waktu singkat—keterampilan yang sangat relevan di era modern.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak swasta. General Manager Gressmall Gresik, Eric Pramono Bangun, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyediakan ruang bagi kegiatan edukatif.
“Kami ingin Gressmall tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar mampu memanfaatkan era digital secara bijak sekaligus tetap aktif dalam kegiatan yang mengasah intelektual, karakter, dan daya saing mereka di masa depan.(frd)
What's Your Reaction?



