Generasi Digital Lahir dari LKS 2026, Cabang AI Jadi Daya Tarik Utama

13 Feb 2026 - 17:49
Generasi Digital Lahir dari LKS 2026, Cabang AI Jadi Daya Tarik Utama
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi saat menyerahkan pemenang bidang Agronomyc LKS 2026 (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Perkembangan teknologi digital mulai mewarnai pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026 di Gresik. Tahun ini, cabang Artificial Intelligence (AI) dan Cyber Security resmi dilombakan sebagai bentuk adaptasi pendidikan terhadap kebutuhan industri masa depan.

LKS Dikmen 2026 resmi ditutup di SMAN 1 Manyar, Jumat (13/02/2026). Sebanyak 260 siswa dari 63 sekolah tingkat menengah atas berkompetisi dalam 44 bidang lomba. Dari seluruh kategori, panitia menetapkan lima pemenang di setiap bidang, mulai Juara 1 hingga Harapan 2, dengan total 155 siswa berhasil meraih predikat juara.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan ajang ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi bagian dari pembentukan pengalaman dan kompetensi siswa di era digital.

“LKS adalah bentuk sinergi, kerja bersama, dan pengalaman berharga bagi siswa. Pengalaman ini sangat penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Eko menjelaskan, sejumlah bidang lomba telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi, mulai Artificial Intelligence, Automobile Technology, Desain Grafis, 3D Game, Cyber Security hingga Digital Marketing.

“Tentu lomba ini mengikuti perkembangan zaman sekaligus mengasah kompetensi siswa. Ajang ini juga menjadi sarana memperluas jejaring,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Eko juga mengajak seluruh elemen pendidikan melakukan transformasi bersama agar sekolah mampu menjadi rujukan nasional melalui prestasi di berbagai ajang, seperti OSN, O2SN, FLS2N hingga LKS.

“Mari kita naik kelas dalam stabilitas, kinerja, tata kelola, dan prestasi. Gresik harus menjadi contoh,” tegasnya.

Selain aspek prestasi, Eko juga mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah dalam menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan, termasuk kemampuan deteksi dini terhadap potensi persoalan di sekolah.

“Jangan menunggu gaduh baru bertindak. Jangan menunggu viral baru bergerak. Pemimpin harus hadir sebelum masalah menjadi krisis,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Manyar, Ainur Rofiq, menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi dan prestasi siswa dalam LKS Dikmen 2026. Ia juga menyebut sekolahnya dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan lomba tahun ini.

“Selama pelaksanaan lomba, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow