Kunjungi KWT Munjungan, Novita Hardini Dorong Kemandirian Pangan dan Solusi Pupuk Organik

Anggota DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat sektor pertanian serta menginisiasi pengelolaan sampah organik sebagai solusi atas kelangkaan pupuk.

13 Feb 2026 - 19:40
Kunjungi KWT Munjungan, Novita Hardini Dorong Kemandirian Pangan dan Solusi Pupuk Organik
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, ketika hendak menanam sayur di Desa/Kecamatan Munjungan (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau aktivitas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Dalam kunjungan tersebut, Novita menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat sektor pertanian serta menginisiasi pengelolaan sampah organik sebagai solusi atas kelangkaan pupuk.

Novita tak kenal lelah memotivasi kaum perempuan di wilayah tersebut untuk memaksimalkan lahan pekarangan sebagai media tanam sayur-mayur. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga ketersediaan pangan yang sehat sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di tingkat akar rumput.

"Dengan menanam sayur sendiri, kita bisa memenuhi ketahanan pangan keluarga secara mandiri. Harapan kami hal ini dapat mengurangi biaya hidup, karena kebutuhan sayur dan buah sudah tersedia di halaman rumah," ujar Novita Hardini di sela-sela kegiatannya menanam sayur bersama warga.

Selain fokus pada kemandirian pangan, Novita juga mendorong anggota KWT untuk aktif mengolah sampah organik di lingkungannya menjadi pupuk cair maupun padat. Inisiatif ini dipandang sebagai jawaban konkret bagi para petani yang sering mengeluhkan tingginya harga pupuk kimia di pasaran.

"Melalui pengolahan sampah menjadi pupuk, para ibu tani dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara mandiri. Ini sekaligus menjadi solusi nyata terhadap fenomena kelangkaan maupun harga pupuk yang kian mahal saat ini," tuturnya menjelaskan dampak ekonomi dari program tersebut.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa pemberdayaan KWT dalam mengelola limbah domestik merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mewujudkan Net Zero Carbon. Menurutnya, ekosistem pertanian yang berkesinambungan akan tercipta jika sampah organik tidak lagi dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah.

"Kita mendukung program Kabupaten Trenggalek secara umum terkait Net Zero Carbon dengan memberdayakan peran KWT. Sampah-sampah organik yang bisa diolah harus dimaksimalkan untuk menjadi pupuk, sehingga tercipta siklus yang bermanfaat bagi lingkungan dan petani," imbuh Novita.

Menutup kunjungannya, Novita berharap gerakan ini tidak berhenti di satu desa saja. Ia mendorong para Ketua Tim Penggerak PKK di tingkat kecamatan untuk hadir sebagai figur pelindung atau "ibu asuh" bagi kelompok tani perempuan di wilayah masing-masing.

"Harapan saya di setiap kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK dapat menjadi ibu asuh yang mengawal teman-teman KWT. Upaya mengolah limbah menjadi 'ladang' manfaat ini harus dilakukan secara masif dan konsisten," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow