Kenalkan Profesi Hukum ke Anak Usia Dini, Kejari Tulungagung Luncurkan Maskot 'Super Jaksa'

Melalui program bertajuk "Super Jaksa", Kejari Tulungagung resmi memperkenalkan dua sosok maskot sebagai sarana edukasi hukum yang menyasar anak usia dini.

13 Feb 2026 - 22:24
Kenalkan Profesi Hukum ke Anak Usia Dini, Kejari Tulungagung Luncurkan Maskot 'Super Jaksa'
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulungagung, Daniel De Rozari, memperkenalkan dua karakter utama, yakni

Tulungagung, (afederasi.com) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung melakukan langkah inovatif dalam mendekatkan institusi penegak hukum kepada generasi muda. Melalui program bertajuk "Super Jaksa", Kejari Tulungagung resmi memperkenalkan dua sosok maskot sebagai sarana edukasi hukum yang menyasar anak usia dini.

Acara peluncuran yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Tulungagung ini dihadiri oleh sekitar 100 siswa dari TK Al-Gontory pada Selasa (10/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan dua karakter utama, yakni "Adhi" dan "Yaksa", yang menjadi representasi visual dari nilai-nilai kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulungagung, Daniel De Rozari, mengungkapkan bahwa program Super Jaksa membawa jargon "Penegak Keadilan, Pembasmi Kejahatan". Ia merinci bahwa kedua maskot tersebut memiliki filosofi yang mendalam.

Karakter "Adhi" yang digambarkan membawa tameng dan pedang melambangkan keteguhan dalam membela kebenaran, sementara "Yaksa" yang memegang timbangan merepresentasikan prinsip keadilan dalam setiap tindakan hukum.

"Melalui kehadiran maskot ini, kami ingin menghadirkan simbol yang ramah, mudah dikenali, dan dipahami oleh anak-anak. Kami berharap Adhi dan Yaksa dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan hukum dengan cara yang sederhana dan menyenangkan," ujar Daniel saat ditemui pada Jumat (13/2/2026).

Daniel menambahkan bahwa urgensi program ini tidak hanya sebatas mengenalkan profesi Jaksa, namun juga menanamkan fondasi moral seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Menurutnya, edukasi hukum sejak dini merupakan langkah krusial dalam membangun kesadaran hukum masyarakat di masa depan.

Ke depannya, maskot Super Jaksa ini akan menjadi instrumen utama dalam berbagai agenda rutin korps Adhyaksa, termasuk program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) hingga kampanye antikorupsi di berbagai jenjang pendidikan. Dengan tampilan yang energik dan bersahabat, karakter ini diharapkan mampu menarik perhatian luas, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

Inisiatif ini juga mempertegas komitmen Kejari Tulungagung untuk bertransformasi menjadi institusi yang lebih modern dan terpercaya. Langkah tersebut selaras dengan semangat reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas guna mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kejaksaan.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow