Maksimalkan 'Golden Age', English 1 Tulungagung Buka Kelas Bahasa Inggris Mulai Usia 3 Tahun
"Kami menerima peserta didik mulai dari usia 3 tahun, karena kami sangat menyadari bahwa ini adalah periode emas bagi anak untuk menyerap bahasa kedua secara optimal," ungkap Center Director English 1 Tulungagung, Katarina Ika.
Tulungagung, (afederasi.com) – Era globalisasi menuntut generasi muda untuk menguasai kecakapan komunikasi internasional sejak dini. Menjawab tantangan tersebut, English 1 secara resmi melakukan Grand Opening di Kabupaten Tulungagung pada Jumat (13/2/2026), membawa standar pembelajaran berkualitas dunia ke jantung kota.
Berlokasi strategis di English Center, Jalan KH Agus Salim Nomor 81, peresmian ini menandai babak baru bagi lembaga pendidikan nonformal di wilayah tersebut.
Sebelumnya, lembaga ini beroperasi dengan nama English First (EF) di bawah pengelolaan pihak ketiga. Namun, terhitung sejak awal tahun 2026, manajemen diambil alih secara penuh oleh pusat English 1 guna menjamin standarisasi kualitas yang lebih mumpuni bagi masyarakat Tulungagung.
Fokus pada Periode Emas dan Lingkungan Bahasa yang Total
Center Director English 1 Tulungagung, Katarina Ika, mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan pembelajaran bahasa terletak pada momentum usia anak. Saat ini, lembaga tersebut telah membimbing sedikitnya 150 murid dengan spesialisasi kelas yang dimulai sejak usia dini.
"Kami menerima peserta didik mulai dari usia 3 tahun, karena kami sangat menyadari bahwa ini adalah periode emas bagi anak untuk menyerap bahasa kedua secara optimal. Agar prosesnya efektif, kami menyediakan empat ruang kelas yang dipisahkan berdasarkan kelompok usia, termasuk perlakuan khusus bagi balita agar mereka merasa nyaman," jelas Ika.
Ika menekankan bahwa English 1 menerapkan ekosistem bahasa yang sangat ketat namun tetap menyenangkan. Berbeda dengan kursus konvensional, para pengajar di sini diwajibkan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara penuh selama durasi belajar.
"Kami telah meninggalkan metode penerjemahan manual dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Para guru kami langsung berkomunikasi full in English. Hal ini bertujuan agar anak-anak terbiasa berpikir dalam bahasa Inggris secara spontan, bukan sekadar menghafal kata demi kata," tambahnya.
Kurikulum Internasional dan Tenaga Pendidik Tersertifikasi Cambridge
Kekuatan utama English 1 terletak pada penggunaan kurikulum Common European Framework of Reference (CEFR). Standar ini merupakan acuan internasional yang diakui secara global untuk mengukur kemahiran bahasa Inggris di negara-negara yang menempatkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.
Kualitas kurikulum tersebut pun diimbangi dengan standar tenaga pendidik yang sangat selektif. Ika menegaskan bahwa seluruh pengajar tidak hanya wajib memegang gelar sarjana di bidang Bahasa atau Sastra Inggris, tetapi juga harus melewati serangkaian pelatihan intensif.
"Kapasitas tenaga pendidik kami sangat kami jaga. Selain latar belakang pendidikan formal yang relevan, mereka juga mendapatkan training khusus langsung dari Cambridge. Dengan begitu, metode yang diajarkan tidak lagi kaku atau sekadar berpatokan pada buku teks, melainkan lebih interaktif dan berbasis aktivitas agar anak-anak tidak merasa tertekan," papar Ika.
Dukungan Pemerintah dan Bukti Nyata Prestasi
Langkah progresif English 1 ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Plt Kepala Dinas Pendidikan, Sukowinarno, yang hadir mewakili Bupati Gatut Sunu, menyatakan bahwa visi English 1 sejalan dengan misi daerah dalam meningkatkan daya saing global masyarakat.
"Pemerintah mengapresiasi kehadiran English 1 sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak kita. Pendekatan yang komunikatif dan aplikatif adalah langkah tepat untuk membekali mereka dengan kepercayaan diri di kancah internasional," ujar Sukowinarno.
Dampak nyata dari metode pembelajaran ini dirasakan langsung oleh para orang tua, salah satunya Indah. Ia mengisahkan bagaimana anaknya yang bergabung sejak usia balita kini mampu bersaing di level nasional.
"Anak saya sudah belajar di sini sejak usia 3,5 tahun hingga kini menginjak 11 tahun. Berkat metode learning by doing yang konsisten, ia tidak hanya lancar berkomunikasi, tetapi juga berhasil meraih juara dalam Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional," pungkas Indah. (dn)
What's Your Reaction?



