Pengrajin Genteng Tanah Liat di Lamongan Gantungkan Harapan pada Program Gentengisasi Prabowo

11 Feb 2026 - 22:20
Pengrajin Genteng Tanah Liat di Lamongan Gantungkan Harapan pada Program Gentengisasi Prabowo
Suraji, Salah Satu Pengrajin Genteng Tanah Liat Di Desa Kawistolegi Lamongan yang Telah Menekuni Profesi Tersebut Selama Lebih dari 20 Tahun (Iyan Farikh/afederasi.com)
Pengrajin Genteng Tanah Liat di Lamongan Gantungkan Harapan pada Program Gentengisasi Prabowo

Lamongan, (afederasi.com) – Program "Gentengisasi" yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai membawa angin segar bagi para pelaku ekonomi kerakyatan. Rabu, (11/2/2026). Kebijakan yang menekankan pada penggunaan produk lokal dalam proyek pembangunan nasional ini disambut antusias oleh para pengrajin genteng tanah liat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Sentra kerajinan genting di Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng, yang sebelumnya sempat meredup, kini mulai menunjukkan geliatnya kembali. Program ini dinilai bukan sekadar kebijakan pembangunan, melainkan simbol keadilan sosial bagi para pengusaha kecil di pelosok desa.

Selama beberapa tahun terakhir, nasib para pengrajin genteng tanah liat di Lamongan berada di ujung tanduk. Mereka mengaku kalah bersaing dengan masifnya produk pabrikan seperti genteng metal dan asbes yang merambah pasar hingga ke tingkat pedesaan karena dinilai lebih praktis dan murah.

Akibat sepinya pesanan, banyak pengrajin yang terpaksa gulung tikar. Di Desa Kawistolegi, jumlah pengrajin menyusut drastis hingga menyisakan puluhan orang saja yang masih bertahan di tengah tumpukan stok genteng yang tak kunjung laku di gudang.

Suraji, salah satu pengrajin yang telah menekuni profesi ini selama lebih dari 20 tahun, mengungkapkan bahwa gagasan Presiden Prabowo memberikan harapan hidup bagi industrinya. Menurutnya, prioritas penggunaan produk lokal dalam proyek pemerintah adalah langkah cerdas untuk menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan.

"Semangat kami muncul kembali setelah ada program Gentengisasi ini. Kami merasa diperhatikan. Selama ini kami hampir menyerah karena stok menumpuk tidak ada pembeli, kalah dengan genteng pabrikan," ujar Suraji saat ditemui di lokasi produksinya, Rabu (11/2/2026) siang.

 

Suraji menambahkan bahwa genteng tanah liat produksi lokal sebenarnya memiliki keunggulan fungsional yang tidak dimiliki produk pabrikan metal.

"Genteng tanah liat asli Lamongan itu unggul dalam menyerap panas. Kalau pakai ini, suhu di dalam ruangan tetap sejuk, beda dengan bahan lain. Kami harap pemerintah konsisten menjalankan program ini agar industri rumahan di desa kembali menjadi tulang punggung ekonomi warga," imbuhnya.

Selain aspek ekonomi, program Gentengisasi juga dipandang sebagai upaya menjaga kearifan lokal. Produksi genteng tanah liat merupakan warisan turun-temurun yang melibatkan banyak tenaga kerja lokal.

Kini, para pengrajin di Lamongan berharap agar implementasi program ini dapat berjalan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh proyek infrastruktur pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan demikian, "asa baru" yang kini menyala tidak kembali padam oleh tekanan industri skala besar. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow