Polres Tulungagung Buru Komplotan Spesialis Minimarket, Tiga Gerai Dibobol dalam Sepuluh Hari

Hanya dalam kurun waktu sepuluh hari, tiga gerai minimarket menjadi sasaran pembobolan dengan pola serangan yang terorganisir dan rapi.

11 Feb 2026 - 20:36
Polres Tulungagung Buru Komplotan Spesialis Minimarket, Tiga Gerai Dibobol dalam Sepuluh Hari
Anggota inafis Polres Tulungagung melakukan olah TKP pencurian dengan pemberatan di sebuah gerai toko modern (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Wilayah hukum Polres Tulungagung tengah diguncang aksi pencurian spesialis toko ritel modern yang kian meresahkan. Hanya dalam kurun waktu sepuluh hari, tiga gerai minimarket menjadi sasaran pembobolan dengan pola serangan yang terorganisir dan rapi.

Insiden terbaru menghantam gerai Alfamart di Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, pada Rabu (11/2/2026) dini hari. Kejadian ini menambah daftar panjang rentetan aksi kriminalitas serupa yang terjadi sejak awal Februari.

Kasi Humas Polres Tulungagung, IPTU Nanang Murdiyanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data kepolisian, terdapat tiga kejadian menonjol dengan target serupa dalam periode 2 hingga 11 Februari 2026. Rentetan aksi ini dimulai pada 2 Februari di Indomaret Desa Jeli, Karangrejo, di mana pelaku masuk dengan cara merusak dan menjebol atap bangunan.

Aksi serupa berlanjut pada 10 Februari di Alfamart Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Dalam kasus tersebut, pelaku masuk dengan cara ekstrem, yakni menjebol tembok bagian belakang bangunan. Berselang sehari kemudian, tepatnya 11 Februari, gerai Alfamart di Desa Kacangan menjadi sasaran terakhir dengan modus merusak plafon atau atap.

"Melihat kemiripan pola dan rentang waktu yang berdekatan, diduga kuat aksi ini dilakukan oleh komplotan yang sama. Kejadian selalu dini hari, di atas jam 12 malam," ujar IPTU Nanang saat memberikan keterangan resmi pada Rabu (11/2/2026).

Nanang menjelaskan bahwa semua kejadian ini baru terungkap saat karyawan hendak membuka toko untuk memulai operasional. Kondisi di dalam gerai ditemukan sudah acak-acakkan dengan kerusakan bangunan yang cukup parah. Adapun barang-barang yang dijarah meliputi rokok, susu bayi, kosmetik, hingga beberapa keperluan bahan makanan.

"Untuk sasaran barang yang dijarah hampir sama. Di wilayah Ngunut, tempat penyimpanan uang atau brankas memang sempat dirusak tetapi tidak berhasil dibobol, sedangkan di Jeli dan Kedungwaru bagian brankas tidak disentuh pelaku," jelasnya lebih lanjut.

Hal yang paling menyita perhatian adalah upaya pelaku untuk menghilangkan jejak digital mereka. Di ketiga lokasi tersebut, komplotan ini secara sengaja merusak kamera CCTV serta mengambil unit Digital Video Recorder (DVR) atau Network Video Recorder (NVR) agar rekaman aksi mereka tidak bisa dilacak.

Saat ini, Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung telah diterjunkan ke tiga lokasi untuk mengumpulkan barang bukti forensik. "Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam atas rentetan kasus dengan modus serupa di tiga lokasi ini," pungkas IPTU Nanang.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow