Pertanian Jombang Tembus 85.000 Hektare, Siap Dukung Swasembada Pangan Nasional 2026
Jombang, (afederasi.com) – Kabupaten Jombang mencatatkan capaian gemilang di sektor pertanian dengan luasan lahan panen yang melampaui target pemerintah pusat. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Jombang sebagai lumbung pangan strategis di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch Rony, M.M, mengungkapkan bahwa capaian luas tanam dan panen pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Dari target nasional seluas 81.000 hektare, Jombang berhasil merealisasikan panen hingga 85.000 hektare.
"Merujuk tahun 2025 lalu, di mana iklim cukup mendukung, dari target pemerintah pusat 81.000 hektare, kita bisa mencapai 85.000 hektare. Ini sinyal sangat baik bagi ketahanan pangan kita," ujar Rony, Kamis (12/2/2026).
Potensi Lahan 70.000 Hektare per Tahun
Dengan luas lahan panen rata-rata 70.000 hektare per tahun, Jombang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penopang utama program swasembada pangan nasional.
Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan teknis secara intensif kepada para petani agar produktivitas tetap optimal.
"Peningkatan ini tak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani. Pendampingan teknis akan terus dilakukan untuk memastikan proses hingga panen berjalan maksimal," tegas Rony.
Menyongsong musim tanam berikutnya, Dinas Pertanian Jombang turut mengacu pada prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Rony menyebut bahwa kondisi iklim sepanjang tahun 2026 diprakirakan dalam kategori normal.
"Informasi BMKG, tahun 2026 diperkirakan normal. Musim kemarau mulai akhir April atau awal Mei, dan musim hujan kembali pada pertengahan Oktober. Ini memungkinkan petani merencanakan masa tanam dengan lebih baik dan terukur," jelasnya.
Kondisi iklim yang stabil tidak hanya menguntungkan bagi tanaman padi, tetapi juga sejumlah komoditas unggulan khas Jombang seperti tembakau, jagung, kedelai, dan semangka.
"Bisa jadi untuk tanaman tembakau cukup mendukung dan aman. Untuk palawija, ramalan BMKG juga cukup mendukung karena sudah memasuki musim kemarau," pungkas Rony.
Dengan sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan dukungan iklim yang kondusif, Kabupaten Jombang optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat nasional. (san)
What's Your Reaction?



