Jember Masuk Peta Prioritas Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 

12 Feb 2026 - 18:19
Jember Masuk Peta Prioritas Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 
Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule saat memberikan penghargaan kepada Bupati Jember Muhammad Fawait, di Kantor Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/02/2026). (Agung/afederasi.com)

Jember, (afederasi.com) - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menegaskan komitmennya untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda penyaluran bantuan langsung di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Kamis (12/02/2026).

Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, menyampaikan bahwa target tersebut merupakan bagian dari arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penguatan program Silaskin (Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan) melalui skema “Si Taskin Hadir Bersama, Menjaga yang Rentan, Makmur Bersama Presiden Prabowo” yang mendorong integrasi lintas sektor.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, angka kemiskinan nasional berada di angka 8,25 persen. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 4,5 persen pada 2029 dengan tren penurunan minimal 1 persen setiap tahun.

“Upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu sinergi kuat antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar hasilnya nyata dan berkelanjutan,” kata Iwan.

Ia menambahkan, BP Taskin berperan mempercepat proses birokrasi agar program dan bantuan yang diusulkan daerah dapat segera direalisasikan tanpa hambatan administratif yang berlarut.

Kabupaten Jember ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas karena angka kemiskinan ekstremnya masih tergolong tinggi, mencapai sekitar 124.000 jiwa. Untuk itu, berbagai program akan difokuskan dan diintegrasikan secara menyeluruh.

Langkah konkret yang disiapkan antara lain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan kampung budidaya, penguatan Sekolah Rakyat, pemberian beasiswa jangka panjang, serta percepatan rehabilitasi sekolah rusak berat. Selain itu, optimalisasi program Hutan Sosial juga diarahkan untuk buruh tani dan masyarakat miskin di kawasan pinggiran hutan.

Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

“Sebagian besar kemiskinan di Jember berada di desa-desa, kawasan kebun, hutan, dan pesisir. Karena itu, pelayanan publik harus hadir lebih dekat agar masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Pemkab Jember juga akan memperkuat pelatihan UMKM bagi keluarga miskin ekstrem usia produktif serta meningkatkan perlindungan dan pengawasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dengan sinergi yang terbangun antara pusat dan daerah, Jember diharapkan mampu menjadi model keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2026 mendatang. (gung)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow