Disnak Jombang Susun Rencana Strategis 2026-2027, Fokus Swasembada Pangan dan Penanganan PMK

12 Feb 2026 - 17:11
Disnak Jombang Susun Rencana Strategis 2026-2027, Fokus Swasembada Pangan dan Penanganan PMK
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Moch Saleh saat membuka kegiatan Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja) Tahun 2027 sekaligus Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 di Ruang Rapat Etawa, Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). ( Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang menggelar Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja) Tahun 2027 sekaligus Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 di Ruang Rapat Etawa, Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan program pembangunan peternakan dengan visi nasional.

Acara yang berlangsung kondusif tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, koordinator Puskeswan Kabupaten Jombang, elemen masyarakat, perusahaan swasta, kelompok ternak, koperasi ternak kabupaten Jombang.

Sinergi Program Daerah dan Target Nasional

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini merupakan agenda rutin tahunan yang sangat strategis.

"Ini adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan. Dinas Peternakan merupakan satu-satunya dinas yang berdiri sendiri di tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur dari total 38 kabupaten/kota, di bawah koordinasi Kementerian Pertanian," terangnya.

Moch Saleh juga menyoroti komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mendukung program strategis nasional, terutama swasembada pangan dan ketahanan pangan—yang menjadi program prioritas Presiden RI.

"Melalui forum Renja ini, kami menetapkan program prioritas Dinas Peternakan yang tidak hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional," imbuhnya.

Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pemaparan hasil identifikasi dan pemutakhiran data populasi ternak di Kabupaten Jombang.

Berdasarkan data terkini, populasi ayam dan kambing tercatat dalam kondisi surplus. Namun sebaliknya, populasi sapi potong dan sapi perah mengalami penurunan signifikan akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) .

Merespons kondisi ini, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang bersama petugas lapangan gencar melakukan edukasi intensif kepada peternak rakyat.

"Kami imbau peternak untuk tidak terburu-buru menjual ternaknya ke pedagang saat ternak menunjukkan gejala PMK. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat," tegas Moch Saleh.

Selain edukasi, Dinas Peternakan juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak dengan melakukan pemblokiran jalur distribusi yang berpotensi membawa bibit penyakit.

Prioritas Pembangunan Peternakan 2026–2027

Dalam penyusunan rencana kerja jangka menengah, Dinas Peternakan Jombang menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya yang ada serta peningkatan kualitas program.

Beberapa program prioritas yang dipaparkan untuk Tahun Anggaran 2026 antara lain:

1. Bidang Budidaya Ternak : 

1. Pokok Pikiran (Pokir) untuk 63 kelompok ternak.

2. Pendampingan bagi 680 penerima program Wirausaha Baru (WUB) .

3. Stimulus kandang dengan pola kemitraan (komoditas ayam ULU).

2. Bidang Kesehatan Hewan :

1. Peningkatan pelayanan kesehatan hewan selama 24 jam di Puskeswan.

2. Layanan Kesehatan Masyarakat Veteriner, termasuk pengurusan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) .

3. Bidang Agribisnis : 

1. Pelatihan dan stimulus bagi 25 peternak ayam (40 ekor ayam + kandang).

2. Pelatihan dan stimulus bagi 21 peternak kambing (3 ekor kambing).

3. Kegiatan 20 kali pelatihan intensif bagi penerima WUB (Wira Usaha Baru ) , fokus pada budidaya ayam ULU

Kepala Dinas Peternakan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan peternakan tidak bisa dicapai tanpa peran aktif masyarakat.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama peternak, untuk bersama-sama membangun sektor peternakan di Kabupaten Jombang. Kami siap memberikan pelayanan terbaik, dan telah menginstruksikan petugas untuk siaga 24 jam di Puskeswan," ujar Moch Saleh.

Forum ini turut menghadirkan narasumber dari Bapperida Kabupaten Jombang (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah). Kehadiran mereka memperkuat sinergi perencanaan antara Dinas Peternakan dan lembaga perencana daerah.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Para peserta, terutama perwakilan kelompok ternak, antusias menggali informasi terkait teknis pelaksanaan program, mekanisme bantuan, serta strategi pengendalian PMK ke depan.

Forum Renja dan Konsultasi Publik ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam membangun sektor peternakan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan.

 Dengan data yang akurat, program yang terukur, dan kolaborasi lintas sektor, Jombang optimistis menjadi salah satu lumbung ternak andalan di Jawa Timur sekaligus penyokong swasembada pangan nasional. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow