Perkuat Citra Pendidikan, Sekolah Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Workshop Branding

12 Feb 2026 - 16:40
Perkuat Citra Pendidikan, Sekolah Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Workshop Branding
Hadir membuka acara, Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025–2030, Nurul Azizah, di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Kamis (12/2/2026). (Foto: Istimewa)

Bojonegoro, (afederasi.com) – Sebanyak 128 pimpinan dan kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti Workshop Branding dan Marketing Sekolah Muhammadiyah yang digelar di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Kamis (12/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat citra institusi pendidikan Islam di tengah disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan antarlembaga pendidikan.

Acara yang diinisiasi oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Bojonegoro ini dihadiri langsung oleh para kepala sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK Muhammadiyah. 

Tak hanya sebagai ajang pelatihan, workshop ini juga dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem promosi berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Hadir membuka acara, Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025–2030, Nurul Azizah, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Muhammadiyah dalam merespons era digital. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen penuh terhadap transformasi pendidikan.

“Bojonegoro sangat peduli dengan pendidikan. Era digital menuntut kita beradaptasi, dan pemerintah siap memfasilitasi pelatihan pendukung. Kami tidak ingin ada satu pun anak usia sekolah di Bojonegoro yang putus sekolah,” tegasnya.

Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si., menyebut saat ini terdapat 63 sekolah Muhammadiyah di wilayahnya. Ia menggarisbawahi bahwa lembaga pendidikan tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan keunggulan tersebut ke publik.

“Kita tidak boleh lagi bekerja secara konvensional. Anak didik kita adalah generasi digital native, maka pendekatan promosi sekolah juga harus melek teknologi,” ujarnya.

Materi utama workshop disampaikan oleh Nurudin, dosen Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus mantan Kepala PMB UMM. Ia mengupas tuntas pentingnya strategi positioning dan brand awareness.

“Sekolah Muhammadiyah harus berani bertanya: ingin dikenal sebagai apa? Unggulan akademik, sekolah karakter, atau berbasis riset? Itu harus diposisikan sejak awal. Media sosial sekarang bukan pelengkap, tapi ujung tombak promosi,” jelas Nurudin.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian UMM, M. Himawan Sutanto, memperkenalkan pendekatan User Generated Content (UGC) sebagai strategi promosi kekinian. Menurutnya, promosi pendidikan tidak lagi bisa mengandalkan metode konvensional seperti spanduk dan brosur semata.

“Semua elemen sekolah—guru, staf, hingga siswa—bisa menjadi kontributor konten. Tulisan, foto, atau video sederhana yang autentik justru lebih dipercaya publik,” paparnya.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik pembuatan konten dan strategi distribusi digital. PDM Bojonegoro berencana menindaklanjuti kegiatan ini dengan pelatihan lanjutan guna memastikan implementasi branding digital berjalan berkelanjutan.

Workshop ini merupakan hasil kerja sama antara Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PDM Bojonegoro.

Acara berlangsung satu hari dengan metode hybrid training, mencakup pemaparan materi, studi kasus, dan pendampingan teknis pembuatan konten promosi. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow