Sajikan 15.750 Apem, Bupati Warsubi Ajak Toleransi Sambut Ramadan

12 Feb 2026 - 16:09
Sajikan 15.750 Apem, Bupati Warsubi  Ajak Toleransi Sambut Ramadan
Keseruan warga Jombang saat merebut gunungan apem di Alun-alun Kabupaten Jombang Jawa Timur, Kamis (12/02/2026). Foto: Istimewa)

Jombang, ( afederasi.com)  – Suasana penuh semarak dan kebersamaan mewarnai tradisi Megengan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H di Kabupaten Jombang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar Grebeg Apem 2026 di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (12/02/2026).

Kegiatan tahunan yang sarat makna budaya dan religius ini diawali dengan kirab gunungan apem yang diberangkatkan dari Lapangan Pemkab Jombang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, S.H., M.Si. , memimpin langsung pemberangkatan iring-iringan didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Jombang.

Kemeriahan semakin terasa ketika barisan panjang yang terdiri dari puluhan lembaga pendidikan, grup musik patrol, hingga marching band mengiringi 17 tumpeng apem raksasa.

Mengambil rute kirab melewati Jalan KH. Wahid Hasyim, Jl. Dr. Soetomo, Jl. Bupati R. Sudirman, Jl. Gub. Suryo, dan berakhir di Pintu Timur Alun-Alun Jombang.

Bupati Jombang, Warsubi, bersama Forkopimda, Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Ning Ema Erfina, serta Ketua DWP Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo turut hadir menyambut rombongan kirab.

Pemilihan angka 17 bukan tanpa makna. Angka tersebut merupakan simbol dari 17 rakaat salat wajib dalam sehari semalam. Di atas kendaraan hias, tersusun rapi sebanyak 15.750 buah apem warna-warni hidangan tradisional yang menjadi ikon Megengan di Jombang.

Ribuan apem tersebut kemudian diperebutkan masyarakat sebagai simbol sedekah dan permohonan maaf antar sesama.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi yang menyampaikan pesan damai menjelang Ramadan. Ia meminta seluruh umat Islam di Jombang untuk menyikapi potensi perbedaan penetapan awal puasa dengan kepala dingin dan hati yang lapang.

“Jangan sampai perbedaan dalam menentukan awal puasa justru menjadi penyebab perpecahan di antara kita. Sebaliknya, mari kita jadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat dan kedamaian, dengan mengedepankan nilai toleransi, ukhuwah, dan saling menghargai,” tegas Warsubi.

Tak hanya soal tradisi, Grebeg Apem tahun ini juga mengandung misi lingkungan yang kuat. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh di bulan Februari, Bupati Jombang secara resmi meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Warsubi menekankan bahwa kesucian hati di bulan Ramadan harus berbanding lurus dengan kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun ruang publik. “Ramadan mengajarkan kebersihan jiwa, dan itu harus diwujudkan dalam kebersihan fisik,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan grebeg atau purakan apem yang menjadi momen paling dinanti warga. Ribuan masyarakat yang memadati Alun-alun Jombang tampak antusias berebut gunungan apem. Suasana meriah namun tetap tertib berhasil tercipta berkat koordinasi panitia dan aparat keamanan.

Acara semakin khidmat dengan adanya santunan anak yatim dan doa bersama. Usai puncak acara, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menggerakkan aksi simpatik bertajuk “Sampah Sayang”. Bersama para siswa dan masyarakat, ia turun langsung memastikan Alun-alun Jombang kembali bersih setelah acara usai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si., menjelaskan bahwa gelaran Megengan tahun ini sengaja dilaksanakan sepekan lebih awal dari perkiraan awal Ramadan. Langkah ini ditempuh agar para pelajar dapat terlibat aktif sebelum memasuki masa libur awal puasa.

" Dalam kemeriahan ini, sebanyak 15.750 apem disajikan melalui tumpeng raksasa di Alun-Alun, satu unit mobil pick-up, serta tujuh tumpeng di armada Tossa.

Total ada sekitar 4.000 siswa dari 23 lembaga sekolah, mulai dari SD/MI hingga SMP/MTs, yang terlibat. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus digelar lebih meriah setiap tahunnya,” pungkas Bambang.

Melalui Grebeg Apem 2026, Kabupaten Jombang tidak sekadar menggelar seremoni tahunan. Lebih dari itu, Jombang memberi teladan bahwa menyambut bulan suci bisa dilakukan dengan tiga cara sekaligus yakni menjaga tradisi leluhur, mempererat persaudaraan, dan mencintai bumi. Selamat datang Ramadan 1447 H. Semoga keberkahan menyertai kita semua. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow