Transformasi Madrasah ke Era Digital: Menteri Agama Mendorong Perubahan Holistik
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menggugah kesadaran madrasah di seluruh Indonesia untuk mengikuti jejak perubahan zaman.
Rembang, (afederasi.com) - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menggugah kesadaran madrasah di seluruh Indonesia untuk mengikuti jejak perubahan zaman. Dalam suatu seminar yang diselenggarakan di Rembang, Jawa Tengah, Menag mengungkapkan pentingnya transformasi madrasah agar tidak hanya berfokus pada keilmuan agama. Madrasah harus mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menag Yaqut, saat berbicara dalam seminar "Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi)," menjelaskan bahwa adaptasi terhadap teknologi digital merupakan bagian integral dari program prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, madrasah harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan gagah dan siap berkontribusi dalam dunia yang terus bergerak.
Menteri Agama juga mendorong para guru madrasah untuk lebih progresif dan inovatif. Seminar "Ngopi" dianggapnya sebagai wadah yang penting bagi kepala madrasah dan guru-guru untuk berkomunikasi dan berbagi ide, dengan harapan dapat mendorong perkembangan pendidikan.
Menag Yaqut memahami bahwa transformasi madrasah tidak hanya mencakup aspek teknologi. Ada empat dimensi yang perlu dimiliki madrasah saat ini agar dapat bertransformasi secara holistik. Dimensi kognitif, spiritual, estetika, dan fisik menjadi landasan bagi pengembangan siswa madrasah.
Menag Yaqut menekankan pentingnya dimensi kognitif dalam madrasah. Hal ini untuk membangun daya pikir dan meningkatkan pengetahuan siswa madrasah. Contohnya, melalui metode belajar Matematika yang disebut 'Gasing,' yang berfokus pada pemahaman konsep daripada menghafal rumus matematika.
Dimensi spiritual, sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, adalah aspek penting dalam madrasah. Madrasah harus memberikan fondasi spiritual yang kuat kepada siswanya.
Dimensi estetika juga ditekankan, di mana anak-anak diharapkan memiliki nilai seni. Yaqut Cholil Qoumas percaya bahwa selain kecerdasan, nilai-nilai spiritual dan seni harus dimiliki oleh siswa madrasah agar mereka menjadi lebih indah.
Menag Yaqut mengingatkan bahwa siswa madrasah harus menjaga kesehatan fisik. Mereka harus kuat dan sehat agar dapat mengejar prestasi akademik dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Menag Yaqut menegaskan bahwa madrasah di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat. Dulu dianggap sebelah mata, kini madrasah menjadi destinasi pendidikan yang unggul. Beberapa madrasah bahkan mampu bersaing dengan sekolah menengah atas dalam mencetak kader-kader intelektual. Keberhasilan ini menjadi inspirasi yang harus diduplikasi oleh madrasah lainnya di Indonesia. (mg-3/jae)
What's Your Reaction?



