Dua Mayat Perempuan di Bekas Gedung Aspol Jombang Teridentifikasi Ibu dan Anak Asal Nganjuk

26 Feb 2026 - 03:27
Dua Mayat Perempuan di  Bekas Gedung Aspol Jombang Teridentifikasi Ibu dan Anak Asal Nganjuk
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander, saat di kamar jenazah RSUD Jombang, Rabu (25/02/2026). (Foto: santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com)  Polisi berhasil mengidentifikasi dua mayat perempuan yang ditemukan di kolam bekas Asrama Polisi (Aspol) Dusun Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Kedua korban diduga kuat merupakan ibu dan anak asal Kabupaten Nganjuk yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa proses identifikasi berawal dari penemuan sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO di lokasi kejadian. Kendaraan tersebut menjadi petunjuk krusial yang mengarahkan penyidik kepada keluarga korban.

"Di TKP tadi kami temukan sepeda motor, setelah kami selidiki, kami dapat suami jenazah tersebut," terangnya kepada wartawan di kamar jenazah RSUD Jombang, Rabu (25/2/2026).

Kedua korban diduga berinisial SY (36) dan NCQ (5), warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Dua hari sebelum penemuan mayat, suami korban telah melaporkan kehilangan istri dan putri bungsunya ke pihak berwajib.

Sang suami menerangkan bahwa istri dan anaknya meninggalkan rumah pada Selasa (24/2/2026) pagi menggunakan sepeda motor Yamaha Vega hitam, yang kemudian ditemukan tepat di pintu masuk gedung bekas Aspol. Identifikasi awal juga diperkuat dengan keterangan dari adik kandung korban yang berada di RSUD Jombang.

"Namun, secara ilmiah belum bisa kami dapatkan identitas. Dugaan kuat memang ini ibu dan anak, alamat Nganjuk," jelas AKP Dimas.

Kedua jenazah saat ini masih menjalani proses identifikasi lebih lanjut di RSUD Jombang. Pihak kepolisian menghadapi kendala karena sidik jari kedua korban sudah rusak dan sulit terbaca akibat kondisi mayat yang sudah membusuk.

"Sampai saat ini kami upayakan pembacaan sidik jari. Kalau tetap tidak terbaca, kami lakukan tes DNA atau data-data lain," ujar Kasat Reskrim.

Sementara itu, suami korban telah tiba di kamar jenazah RSUD Jombang untuk membantu proses pengenalan. Rencananya, tim dokter forensik akan melakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian kedua korban.

Penemuan menggegerkan ini bermula saat warga sekitar menemukan dua mayat di kolam bekas Aspol sekitar pukul 14.00 WIB. Ketua RT 3 Dusun Rejoagung, Zamroni, menjelaskan bahwa kondisi kedua mayat dalam keadaan tanpa busana dengan ciri-ciri fisik yang sudah membusuk.

"Kondisi mayat agak melepuh dan kayak belang-belang merah. Tidak ada yang kenal, sepertinya bukan warga sini," jelasnya di lokasi kejadian.

Saat ditemukan, posisi kedua mayat dalam keadaan miring sehingga saling berhadapan. Sebagian kulit korban dilaporkan melepuh, kemungkinan akibat terlalu lama terendam air.

Marno Hidayat, adik kandung SY, membenarkan bahwa kakak dan ponakannya meninggalkan rumah sejak Selasa (24/2/2026) subuh. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri di wilayah Nganjuk sebelum akhirnya melapor ke polisi.

"Baru tadi siang suaminya melaporkan kehilangan karena menunggu 24 jam," tandasnya.

Menurut keterangan keluarga, SY merupakan anak sulung dari tiga bersaudara asal Desa Jatiganggong, Kecamatan Perak, Jombang. Ia menikah dengan Nur Yanto (38) dan dikaruniai dua orang anak. NCQ (5) adalah anak bungsu mereka, sementara anak pertama saat ini duduk di bangku kelas 2 SMP. Keluarga kecil itu tinggal di kampung halaman sang suami di Nganjuk, di mana SY sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian kedua korban. Gedung bekas Aspol tempat penemuan mayat diketahui sudah lama tidak dihuni dan jarang dilalui warga.(san).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow