Atasi Banjir, Pemkab Lamongan Masifkan Pompanisasi dan Normalisasi Sungai
Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan langkah konkret dalam menangani persoalan banjir tahunan yang kerap melanda kawasan luapan Sungai Bengawan Jero. Melalui program “Lamongan Tangguh”, Pemkab menyinergikan infrastruktur fisik dan bantuan sosial guna meringankan beban warga terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 17 unit pompa air telah disiagakan secara optimal. Rinciannya, terdapat 15 pompa di Kuro dan 2 pompa di Melik yang difungsikan untuk mempercepat pembuangan air (outflow) dari kawasan permukiman dan pertanian menuju sungai utama.
Tak hanya itu, langkah normalisasi sungai juga menjadi prioritas. Pemkab Lamongan tercatat telah melakukan pengerukan dan pembersihan sungai sepanjang 14,5 kilometer, yang meliputi Kali Corong sejauh 9,5 km dan Kali Malang sejauh 5 km.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Bengawan Jero memerlukan kolaborasi lintas sektor dan konsistensi dalam pemeliharaan infrastruktur air.
"Kami terus berupaya maksimal. Selain mengoptimalkan 17 pompa yang ada, normalisasi sungai sepanjang 14,5 kilometer ini adalah ikhtiar kita agar daya tampung air lebih besar dan aliran lebih lancar. Kami juga rutin melakukan pembersihan enceng gondok yang sering menyumbat aliran air," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes, Rabu (25/2/2026).
Lebih lanjut, Pak Yes menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BBWS dan PJT untuk memantau Tinggi Mata Air (TMA) Bengawan Solo.
"Koordinasi terkait buka-tutup pintu bendung gerak sangat krusial. Kami memantau curah hujan dan TMA secara real-time agar langkah antisipasi bisa diambil lebih cepat," imbuhnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Pemkab Lamongan juga telah menyalurkan bantuan sembako. Tercatat sebanyak 20.135 paket bantuan telah disalurkan kepada warga di berbagai desa yang terdampak banjir.
Keberhasilan langkah-langkah ini diakui merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra, mulai dari TNI-Polri, BNPB, Pemprov Jatim, BBWS, BUMN, sektor swasta, hingga NGO.
"Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi dengan semua mitra kolaborasi menjadi kunci agar dampak banjir bisa ditekan seminimal mungkin," pungkas Pak Yes. (yan)
What's Your Reaction?



