Geram Jalan Desa Rusak Akibat Banjir, Warga Pomahanjanggan Lamongan Patungan Beli Batu Pedel

25 Feb 2026 - 17:16
Geram Jalan Desa Rusak Akibat Banjir, Warga Pomahanjanggan Lamongan Patungan Beli Batu Pedel
Sejumlah Pemuda Desa Pomahanjanggan Lamongan Meratakan Material Batu Pedel di Titik Lokasi Jalan Poros Desa yang Rusak Akibat Banjir. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lamongan kembali menjadi sorotan. Lantaran jalan poros desa di Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi, rusak parah selama hampir tiga bulan tanpa ada penanganan, warga setempat akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah mandiri dengan menggalang donasi. Rabu, (25/2/2026).

Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut dipicu oleh dampak banjir yang melanda kawasan tersebut. Mengingat jalur ini merupakan akses vital satu-satunya bagi mobilitas warga setempat, warga merasa tidak bisa lagi hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pihak desa.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, para pemuda dan masyarakat Desa Pomahanjanggan bergerak melakukan penggalangan dana secara swadaya. Hasilnya pun cukup signifikan, dana sebesar Rp11 juta berhasil terkumpul untuk membeli material pengurukan.

Salah satu pemuda setempat, Zaki, menjelaskan bahwa aksi pengurukan yang dilakukan merupakan bentuk spontanitas karena kondisi jalan yang dinilai sudah membahayakan pengguna jalan.

"Kegiatan ini kami rencanakan secara spontan. Kami menilai jika dibiarkan lebih lama, kerusakan jalan akan semakin parah. Sementara di sisi lain, anggaran desa terlihat belum memungkinkan untuk perbaikan cepat. Alhamdulillah, hasil donasi bisa untuk membeli 13 truk batu pedel," ujar Zaki, Rabu (25/2/2026) pagi.

 

Menanggapi aksi swadaya warganya, Kepala Desa Pomahanjanggan, Hasan Bisri, membenarkan adanya kendala pada anggaran pemerintah desa. Pihak desa menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf atas keterbatasan infrastruktur yang ada saat ini.

Melalui sambungan telepon selulernya, Kepala Desa mengungkapkan bahwa pengurangan alokasi Dana Desa (DD) menjadi hambatan utama dalam melakukan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, khususnya pemuda Dusun Janggan yang rela menggalang donasi untuk pengurukan jalan. Memang saat ini dengan adanya pengurangan Anggaran Dana Desa, pemerintah desa belum bisa melakukan perbaikan infrastruktur secara maksimal," ungkapnya.

Saat ini, jalan sepanjang 200 meter tersebut sudah mulai tertutup material batu pedel. Meski bersifat darurat, pengurukan ini setidaknya mampu melancarkan kembali aktivitas ekonomi dan pendidikan warga yang sempat terhambat akibat jalan yang berlubang dan berlumpur. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow