DPRD dan Pemkab Lamongan Sepakati 12 Rancangan Propemperda 2026, Fokus Perkuat Modal PDAM

Capaian pembangunan dan kualitas pelayanan publik yang terus meningkat ini akan terus kita rawat melalui budaya agile, inovatif, kolaboratif, dan adaptif," tegas Pak Yes.

01 Apr 2026 - 02:40
DPRD dan Pemkab Lamongan Sepakati 12 Rancangan Propemperda 2026, Fokus Perkuat Modal PDAM
Pak Yes saat Membacakan Rancangan Propemperda Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Sinergi antara legislatif dan eksekutif di Kabupaten Lamongan terus diperkuat demi percepatan pembangunan daerah. Hal ini dibuktikan dengan disepakatinya 12 judul Rancangan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna di Ruang Rapat Utama DPRD Lamongan, Senin (30/3/2026).

Kesepakatan tersebut mencakup 4 judul inisiatif DPRD dan 8 judul usulan Pemerintah Daerah. Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah usulan penambahan judul mengenai Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Lamongan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD atas disetujuinya usulan tambahan tersebut. Menurutnya, pemenuhan air bersih merupakan mandat yang tertuang dalam RPJMD 2025-2039.

"Penyediaan air minum bagi masyarakat menjadi salah satu target utama. Sebagai langkah awal, kami melaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Plosowahyu dengan kapasitas 100 liter per detik," ujar Pak Yes di hadapan anggota dewan.

 

Untuk mendukung operasional IPA tersebut, Pemkab Lamongan memandang perlu melakukan penyertaan modal berupa aset tanah. Aset yang dimaksud meliputi lahan IPA Plosowahyu seluas 4.000 meter persegi di Jalan Raya Lamongan-Babat, serta tanah Kantor Pusat Perumda Air Minum seluas 2.300 meter persegi di Jalan Lamongrejo.

Pak Yes menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan investasi strategis untuk pelayanan publik.

"Tujuannya jelas, yakni meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi air minum yang berkualitas, meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan, serta mendukung pendapatan asli daerah (PAD) melalui infrastruktur yang berkelanjutan," tambahnya.

 

Selain pembahasan Propemperda, agenda paripurna juga merambah pada Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2025. Dalam laporannya, Pak Yes memaparkan potret keberhasilan berbagai program pembangunan yang telah dieksekusi sepanjang tahun lalu.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Lamongan tidak lepas dari transformasi budaya kerja birokrasi yang kini lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.

"Capaian pembangunan dan kualitas pelayanan publik yang terus meningkat ini akan terus kita rawat melalui budaya agile, inovatif, kolaboratif, dan adaptif," tegas Pak Yes.

Menutup penyampaiannya, orang nomor satu di Lamongan ini memberikan penghormatan kepada seluruh elemen yang telah menjaga kondusivitas dan gerak pembangunan di Kota Soto.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Sinergi dan dukungan yang konstruktif adalah kunci utama dalam mewujudkan masyarakat Lamongan yang sejahtera lahir dan batin," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow