Di Tengah Konflik Timur Tengah, 41 Jamaah Umroh Asal Lamongan Tiba di Surabaya Malam Ini
"Kondisi Bandara King Abdul Aziz saat ini terlihat sepi jika dibandingkan saat kedatangan lalu. Diperkirakan pada Kamis ini, saya dan rombongan akan sampai di tanah air," ungkap Supoyo Karjono, jama'ah umroh asal Lamongan.
Lamongan, (afederasi.com) – Di tengah eskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah, rombongan jamaah KBIHU Annahdliyin Lamongan akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Tepat pada Kamis (05/03/2026), sebanyak 41 jamaah umroh asal Lamongan yang tergabung dalam KBIHU Annahdliyin dilaporkan telah mendarat dengan selamat di tanah air. Saat ini, seluruh rombongan masih transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, untuk menyelesaikan proses administrasi sebelum melanjutkan penerbangan ke Jawa Timur.
Rombongan dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sekitar pukul 19.00 WIB malam ini. Kepulangan ini menjadi momen yang dinanti setelah situasi geopolitik di Timur Tengah sempat memberikan dampak psikologis bagi para jamaah, terutama dengan perubahan suasana di Bandara Jeddah yang terpantau lebih sepi dari biasanya.
Supoyo Karjono, salah satu jamaah asal Lamongan, membagikan kesaksiannya mengenai kondisi di pusat transportasi udara Arab Saudi tersebut.
"Kondisi Bandara King Abdul Aziz saat ini terlihat sepi jika dibandingkan saat kedatangan lalu. Diperkirakan pada Kamis ini, saya dan rombongan akan sampai di tanah air," ungkapnya.
Meskipun terdapat beberapa kendala teknis berupa keterlambatan (delay) jadwal penerbangan, upaya pemulangan jamaah asal Indonesia terus diprioritaskan oleh pihak handling bandara.
Fathur, petugas handling di Bandara King Abdul Aziz yang mengawal kepulangan jamaah, memastikan bahwa jalur penerbangan menuju Indonesia tetap terkendali.
"Saat ini, penerbangan Saudi Arabia Airline masih terbang normal. Penerbangan yang dibatalkan (cancel) hanya beberapa saja, seperti Qatar dan Emirates dengan tujuan wilayah Timur Tengah lainnya. Sementara untuk Garuda dan Saudi Arabia Airline masih normal," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun jalur ibadah umroh tetap terbuka, maskapai melakukan langkah preventif dengan menyesuaikan rute penerbangan agar tidak melintasi atau transit di wilayah-wilayah yang sedang berkonflik. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan penuh para tamu Allah tersebut. (yan)
What's Your Reaction?



