Detik-detik Evakuasi Puji Pranoto: Bertahan di Atas Perahu Terbalik Sebelum Ditolong Kapal Penumpang
Beruntung, di saat situasi genting, Kapal Motor Penumpang (KMP) Trimas Laila yang sedang berlayar dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Jangkar melintasi lokasi kejadian.
Situbondo, (afederasi.com) – Aksi penyelamatan dramatis terjadi di perairan utara kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, pada Kamis (5/3/2026). Seorang nelayan asal Kecamatan Banyuputih, Puji Pranoto (45), berhasil dievakuasi setelah perahu fiber miliknya terbalik akibat dihantam gelombang tinggi saat melaut di tengah cuaca ekstrem.
Beruntung, di saat situasi genting, Kapal Motor Penumpang (KMP) Trimas Laila yang sedang berlayar dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Jangkar melintasi lokasi kejadian. Awak kapal yang sedang berjaga melihat sesosok pria sedang bertahan hidup di atas lambung perahu yang sudah terbalik di tengah lautan.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, membenarkan peristiwa penyelamatan tersebut. Menurutnya, insiden bermula saat petugas jaga di atas kapal melihat keganjilan di permukaan air sekitar pukul 12.32 WIB.
"ABK yang bertugas melihat perahu nelayan dalam kondisi terbalik dengan satu orang di atasnya. Temuan itu langsung dilaporkan kepada nakhoda," ujar AKP Gede Sukarmadiyasa saat dikonfirmasi.
Merespons laporan darurat tersebut, Nakhoda KMP Trimas Laila, Kapten Hadi Wijaya, segera memutar kemudi untuk mendekati lokasi korban. Awak kapal kemudian menurunkan ramp door dan melemparkan ring buoy atau pelampung penyelamat agar korban bisa ditarik ke atas kapal penumpang yang menjulang tinggi tersebut.
"Korban berhasil dievakuasi dan langsung diberikan pertolongan pertama oleh seluruh awak kapal yang bertugas," tambah Kasat Polairud.
Setibanya di Pelabuhan Jangkar, Puji Pranoto langsung mendapatkan penanganan medis awal. Meski sempat diarahkan ke Puskesmas Jangkar, warga Dusun Sidodadi ini memilih untuk memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Banyuputih yang lokasinya lebih dekat dengan kediamannya agar bisa segera bertemu keluarga.
"Kondisi korban dinyatakan sehat setelah diperiksa tim medis. Puji kini sudah dijemput oleh pihak keluarga untuk dibawa pulang," jelas AKP Gede.
Berdasarkan keterangan korban kepada petugas, perahunya tidak kuat menahan terjangan gelombang hingga posisi kapal miring dan akhirnya tenggelam. Selain trauma yang dialami, Puji juga harus menelan kerugian materiil yang cukup besar akibat insiden ini.
"Korban kehilangan satu unit perahu fiber beserta mesinnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp45 juta," ungkapnya.
Menutup keterangannya, pihak Satpolairud Polres Situbondo mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh nelayan di wilayah tersebut. Cuaca yang tidak menentu mengharuskan para pencari ikan untuk lebih waspada dan selalu melengkapi diri dengan alat keselamatan standar saat melaut guna menghindari tragedi serupa di kemudian hari. (vya/dn)
What's Your Reaction?



