Denpomal Lanal Banyuwangi Olah TKP Kasus Penganiayaan Remaja di Situbondo
Denpomal Lanal Banyuwangi lakukan olah TKP dugaan penganiayaan remaja di Situbondo setelah beredar video kekerasan yang dilakukan oleh pria yang mengaku anggota TNI.
Situbondo, (afederasi.com) – Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) Lanal Banyuwangi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait dugaan penganiayaan terhadap remaja berinisial DN (19). Proses penyelidikan ini dilakukan di kediaman korban di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Senin (1/6/2026).
Kedatangan petugas ke lokasi bertujuan untuk mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi fisik di lapangan. Selama olah TKP, petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi utama kekerasan, termasuk area tangga yang sempat terekam dalam video amatir.
"Petugas melihat lokasi yang terdapat bekas lecet pada tembok, memeriksa area tangga tempat video direkam, serta melihat akses masuk yang diduga digunakan pelaku saat datang ke rumah," ujar kakak korban, Firna Nanda, saat mendampingi proses tersebut.
Menurut pihak keluarga, bekas lecet pada tembok rumah tersebut diduga kuat akibat hantaman selang air yang digunakan pelaku saat menganiaya korban. Petugas juga menelusuri jalur masuk yang dilewati pelaku saat menerobos ke dalam rumah.
Kasus ini mencuat setelah video aksi penganiayaan tersebut beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, terlihat seorang pria berpakaian kasual melayangkan pukulan terhadap korban. Video yang direkam secara sembunyi-sembunyi oleh rekan korban dari lantai dua rumah kini telah diserahkan kepada pihak berwajib sebagai barang bukti utama.
Pihak keluarga sebelumnya telah melaporkan insiden yang terjadi pada Sabtu (30/5/2026) tersebut. Korban mengaku pelaku sempat menyatakan diri sebagai anggota TNI sebelum melancarkan aksi kekerasan. Akibat kejadian itu, DN tidak hanya mengalami luka memar di bagian tubuhnya, tetapi juga menderita trauma psikologis.
Hingga saat ini, pihak Denpomal Lanal Banyuwangi masih terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap identitas dan memastikan keterlibatan pelaku. Keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan transparan guna memberikan keadilan bagi korban.(vya/dn)
What's Your Reaction?



