Bupati Trenggalek Resmikan Jembatan Bhinneka Tunggal Ika dan TPS 3R di Desa Banaran

Nama Jembatan Bhinneka Tunggal Ika sendiri disematkan oleh KH. Sulaiman, pengasuh Pondok Pesantren Al Badar Desa Gondang.

08 Nov 2023 - 20:25
Bupati Trenggalek Resmikan Jembatan Bhinneka Tunggal Ika dan TPS 3R di Desa Banaran
Pengguntingan pita tandai peresmian jembatan Bhinneka Tunggal Ika (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin resmikan Jembatan Guyangan atau yang disebut dengan Jembatan Bhinneka Tunggal Ika yang berlokasi di Kecamatan Tugu, Rabu (8/11/2023).

Jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tugu, yaitu Desa Gondang, Winong, dan Banaran, memiliki bentang 45x5 meter tanpa menggunakan tiang penyangga tengah meter tersebut menghabiskan anggaran sekitar 5 miliar.

Nama Jembatan Bhinneka Tunggal Ika sendiri disematkan oleh KH. Sulaiman, pengasuh Pondok Pesantren Al Badar Desa Gondang.

"Jadi ini termasuk proyek yang kemarin dibiayai investasinya oleh PT. SMI, jadi kita memang punya effort di sini untuk bisa mewujudkan jembatan ini," ungkap Bupati Trenggalek.

Menurut Bupati Arifin, pembangunan jembatan sendiri sebenarnya telah diusulkan sejak lama. Akan tetapi karena kondisi fiskal Pemerintah Daerah saat itu, akhirnya baru bisa rampung dibangun tahun ini.

" Jembatan ini konstruksinya dibangun menggunakan beton precast. Sehingga spesifikasinya bukan main-main. Sedangkan tanpa tiang penyangga tengah dimaksudkan meminimalisir resiko kerusakan jembatan akibat banjir," jelasnya.

Bupati Arifin juga meresmikan fasilitas TPS 3R di Desa Banaran yang lokasinya di samping jembatan. Dan dalam kesempatan itu pihaknya berharap kepada ibu-ibu yang disebutnya sebagai green angel, bisa mengolah sampah menjadi berkah.

"Ibu-ibu ini kreatif, tahu kalau di sini banyak pembudidaya ikan, maka nanti sampahnya dikelola dengan mekanisme magot, jadi yang organik-organik mekanisme magot," terangnya.

Kemudian lanjut Bupati Arifin, nanti sebagian untuk pupuk, karena di sini juga basisnya pertanian, perkebunan, dan tadi di beberapa tempat sudah ada bank sampah yang digunakan untuk sampah-sampah yang bernilai jual sudah didayagunakan. Kemudian ke depan sembari dikaji kembali untuk penanganan sampah yang tidak bisa diolah. 

" Sehingga cita-cita Kabupaten Trenggalek di tahun 2030 atau 2045 benar-benar bisa menjadi kota dengan nol persen sampah dan polusi," pungkasnya.(pb/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow