Bupati Jombang Luncurkan Gerakan "Jombang SAE", Targetkan Eliminasi TBC 2030

03 Jun 2026 - 16:11
Bupati Jombang  Luncurkan Gerakan "Jombang SAE",  Targetkan Eliminasi TBC 2030
Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si.,saat menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 25 Tahun 2026 tentang Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis yang di adakan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Rabu (3/6/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah progresif dalam melindungi kesehatan warganya dari ancaman penyakit menular.Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si.,  juga meluncurkan Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 25 Tahun 2026 tentang Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis yang di adakan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Rabu (3/6/2026). 

Langkah hukum ini menjadi payung kebijakan strategis untuk mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC), memberikan pengobatan tepat hingga sembuh, sekaligus memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat. Melalui regulasi ini, Pemkab Jombang memperkuat gerakan bersama yang diberi nama "Jombang SAE" (Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis) demi mendukung target nasional Eliminasi TBC pada tahun 2030.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP., menjelaskan bahwa lewat Perbup ini, sistem penanggulangan TBC di Jombang mengalami transformasi signifikan.

Penemuan kasus tidak lagi hanya menunggu pasien yang datang ke fasilitas kesehatan secara mandiri. Pendekatan baru dilakukan secara proaktif (jemput bola) melalui skrining massal pada kelompok berisiko tinggi dan investigasi kontak serumah.

Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan kasus TBC yang belum terdeteksi berpotensi besar menurunkan produktivitas keluarga dan kualitas sumber daya manusia di Jombang. Oleh karena itu, Bupati yang akrab disapa Abah Bupati Warsubi ini meminta seluruh perangkat daerah terkait, jajaran camat, desa, hingga lurah untuk bergerak serentak.

"Saya berharap, semua pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Begitu pula perangkat daerah lainnya agar berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya," ujar Bupati Jombang, Warsubi.

"Kita jangan hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Tetapi kita juga harus aktif menjemput bola, mendatangi masyarakat, menemukan kasus lebih dini, memberikan edukasi yang tepat, serta memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh," tegasnya.

Secara khusus, Bupati Warsubi berpesan kepada para camat agar mengoordinasikan kepala desa, kader kesehatan, kader PKK, serta tokoh agama sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga yang memiliki gejala batuk atau indikasi TBC bisa segera diperiksa.

"Kepada rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, organisasi profesi, dan seluruh tenaga kesehatan, saya mengajak untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat skrining aktif, mempercepat diagnosis, serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas," tambahnya.

Peluncuran Perbup Nomor 25 Tahun 2026 ini membawa pesan edukatif yang sangat penting bagi masyarakat luas. Pemerintah Kabupaten Jombang mengimbau warga untuk tidak perlu takut atau malu melakukan pemeriksaan dini.

Bupati Warsubi juga menegaskan pentingnya dukungan sosial dari lingkungan terdekat guna membantu proses penyembuhan pasien secara psikologis.

"Mari kita hilangkan stigma terhadap penderita tuberkulosis. Mereka membutuhkan dukungan dan pendampingan, bukan pengucilan. Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat diSEMBUHkan apabila ditemukan sejak dini dan menjalani pengobatan secara teratur sampai selesai," pungkasnya.

Dengan mengusung jargon utama "Temukan Cepat, Obati Tuntas, Jombang Bebas TBC", gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan pernapasan keluarga mereka.Acara peluncuran ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Perbup No. 25 Tahun 2026 oleh seluruh elemen yang hadir, didahului oleh Bupati Jombang.

Agenda ini dihadiri dan mendapat dukungan dari berbagai elemen penting, mulai dari:Jajaran Staf Ahli,  Asisten, serta Kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jombang,Instansi vertikal dan perbankan, Organisasi profesi (KOPI TB), Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera dan Baznas, Pimpinan ormas keagamaan seperti PCNU dan PD Muhammadiyah, Organisasi perempuan: Muslimat NU dan Aisyiyah Kabupaten Jombang, Seluruh elemen tersebut berkomitmen penuh mengawal keberhasilan gerakan Jombang SAE di akar rumput. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow