Bupati Gatut Sunu Tegaskan Aturan, Becak Listrik Tak Boleh Dijual
Tulungagung, (afederasi.com) – Ratusan pengayuh becak di Kabupaten Tulungagung diingatkan untuk tidak mengalihkan, memindahtangankan, maupun menjual becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto kepada pihak lain. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pelatihan penggunaan becak listrik yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari penyaluran 200 unit becak listrik yang diperuntukkan bagi pengemudi becak lanjut usia dan masuk dalam kategori keluarga kurang sejahtera. Sebelum bantuan diserahkan secara resmi, para calon penerima dibekali pelatihan teknis agar mampu mengoperasikan becak listrik dengan aman dan optimal.
Pelatihan dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, didampingi sejumlah pihak terkait. Dalam kesempatan tersebut, para pengayuh becak tampak antusias mengikuti penjelasan serta simulasi penggunaan becak listrik.
Becak listrik produksi PT Pindad ini dirancang menggunakan sistem penggerak mesin dengan kecepatan maksimal 15 kilometer per jam. Selain itu, becak tetap dapat dioperasikan secara manual dengan kayuhan apabila terjadi kendala pada sistem kelistrikannya.
Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa program becak listrik ini merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari anggaran pribadi, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini bantuan dari anggaran pribadi Presiden Prabowo, jadi murni untuk panjenengan semua. Saat pendataan kemarin, tidak ada petugas yang meminta uang. Kalau sampai ada yang meminta, silakan laporkan ke saya,” tegas Gatut Sunu di hadapan ratusan pengayuh becak.
Ia juga mengingatkan para penerima agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan program bantuan untuk meminta sejumlah uang.
“Ini gratis dari Presiden Prabowo. Jangan sampai ada yang tertipu. Tujuan bantuan ini supaya pekerjaan panjenengan lebih ringan dan penghasilannya bisa meningkat,” lanjutnya.
Menurut Bupati, program becak listrik ini diharapkan menjadi solusi bagi pengemudi becak lansia agar tetap dapat bekerja secara aman dan layak di usia senja.
“Tukang becak yang sudah lansia tetap bisa bekerja. Kita jaga Tulungagung bersama-sama. Kalau ada masalah, komunikasikan dengan baik, tidak perlu tindakan anarkis,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa apabila terjadi kerusakan pada becak listrik, penerima bantuan tidak dibebani biaya perbaikan. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi servis yang dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi becak.
“Kalau becaknya rusak, nanti bisa diservis di pendopo. Tidak usah keluar uang,” katanya.
Sesuai rencana, pembagian 200 unit becak listrik tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026). Para penerima cukup membawa KTP dan menandatangani surat perjanjian bermaterai yang berisi komitmen untuk tidak menjual atau memindahtangankan becak listrik kepada pihak lain.
“Nanti selain becak, panjenengan juga akan mendapatkan sembako dan kaos. Nyuwun tulung, kaosnya dipakai,” ucap Bupati, yang disambut tepuk tangan para peserta.
Salah satu pengemudi becak, Suyanto (71), warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menuturkan telah menarik becak sejak tahun 1981 dan baru kali ini merasakan perhatian besar dari pemerintah.
“Saya sudah jadi tukang becak sejak 1981. Terima kasih Pak Prabowo dan terima kasih Pak Bupati. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Suyanto.
Dengan adanya program becak listrik ini, para pengayuh becak berharap dapat terus bekerja dengan lebih ringan, aman, serta memperoleh penghasilan yang lebih layak di masa tua mereka.(dn)
What's Your Reaction?



