531 Kasus Kecelakaan Jadi Alarm! Operasi Keselamatan Semeru 2026 Resmi Dimulai
Gresik, (afederasi.com) – Dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan suci Ramadhan, Polres Gresik resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Kegiatan diawali dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Gresik, Senin (02/02/2026) pagi.
Apel dipimpin Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha mewakili Kapolres Gresik. Kegiatan ini diikuti personel gabungan lintas sektoral, terdiri dari unsur TNI (Kodim 0817, Denpom, Garnisun), Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.
Dalam amanatnya, Kompol Shabda Purusha menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin, tetapi langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi.
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur dengan 10 korban meninggal dunia.
“Tingginya angka kecelakaan ini berkorelasi dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Perilaku pengendara yang tidak disiplin menjadi faktor dominan penyebab fatalitas kecelakaan,” ujarnya saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Tiga strategi utama menjadi fokus pelaksanaan operasi, yakni,
Preemtif, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pengusaha otobus (PO) terkait manajemen keselamatan berlalu lintas.
Preventif, melalui ramp check kendaraan serta tes urine bagi pengemudi di terminal guna memastikan kelayakan kendaraan dan pengemudi bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba.
Represif, berupa penegakan hukum berbasis teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) serta penindakan selektif terhadap pelanggaran kasat mata seperti penggunaan knalpot tidak standar (brong), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Menutup arahannya, Wakapolres Gresik menekankan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan keselamatan masyarakat, profesionalisme, serta etika dalam bertugas.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca tidak menentu yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkasnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta Latihan Pra Operasi (Latpraops) guna memantapkan kesiapan teknis dan taktis personel dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di lapangan.(frd)
What's Your Reaction?



