Avtur Naik 70 Persen, Kemenhaj Gresik: Jemaah Haji Tetap Bayar Sama Tanpa Tambahan
Tambahan biaya dari maskapai memang ada, tapi tidak dibebankan ke jemaah. Semua ditanggung negara,” tegasnya, Rabu (15/04/2026).
Gresik, (afederasi.com) – Lonjakan harga avtur hingga lebih dari 70 persen tak menggoyahkan biaya haji 2026. Pemerintah memastikan jemaah tetap membayar sesuai ketentuan awal tanpa tambahan beban.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Gresik, Lulus, menegaskan seluruh kenaikan biaya penerbangan akibat mahalnya bahan bakar pesawat ditanggung negara melalui APBN.
“Tambahan biaya dari maskapai memang ada, tapi tidak dibebankan ke jemaah. Semua ditanggung negara,” tegasnya, Rabu (15/04/2026).
Lulus menyebut, Pemerintah bahkan harus menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp1,77 triliun untuk menutup selisih biaya operasional penerbangan haji.
Kenaikan ini dipicu melonjaknya harga avtur dari Rp13.656 menjadi Rp23.551 per liter, ditambah tekanan kurs rupiah yang melemah di kisaran Rp17 ribu per dolar AS.
Meski tekanan biaya cukup besar, jemaah tetap membayar Bipih sebesar Rp60,6 juta, tanpa perubahan.
Tahun ini, ungkap Lulus, sebanyak 2.679 jemaah asal Gresik akan berangkat ke Tanah Suci dengan pendampingan 18 Petugas Haji Daerah.
Dengan kepastian biaya yang stabil, mereka bisa lebih fokus mempersiapkan ibadah dengan tenang.
“Yang terpenting jemaah bisa berangkat dengan nyaman dan khusyuk tanpa terbebani biaya tambahan,” pungkas Lulus.(frd)
What's Your Reaction?



