Antisipasi 'Lautan' Kendaraan, Polres Tulungagung Siapkan Skema One Way di Jalur Wisata

Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah krusial sebelum dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

11 Mar 2026 - 11:19
Antisipasi 'Lautan' Kendaraan, Polres Tulungagung Siapkan Skema One Way di Jalur Wisata
KBO Satlantas Iptu Zainudin ketika dikonfirmasi awak media (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mulai memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan kemacetan (trouble spot) menjelang periode mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah krusial sebelum dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila melalui KBO Satlantas Iptu Zainudin, mengungkapkan bahwa peta kerawanan kecelakaan saat ini bersifat dinamis. Hal ini dipicu oleh mulai meratanya distribusi kendaraan yang tidak lagi hanya bertumpu pada satu jalur utama saja.

"Titik black spot dinamis berubah setiap bulan. Ini dipengaruhi distribusi arus lalu lintas yang kini tidak hanya terpusat di jalur utama," ujar Iptu Zainudin di Tulungagung, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan evaluasi data terbaru, kawasan Desa Pelem di rute Boyolangu hingga Campurdarat menjadi perhatian serius karena tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat. Iptu Zainudin pun mengimbau pemudik agar tidak lengah saat melintasi jalur lurus yang minim rambu, karena lokasi tersebut kerap memancing pengendara memacu kecepatan tinggi.

"Semakin padat arus, masyarakat cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga potensi kecelakaan meningkat," tegasnya.

Tak hanya soal keselamatan, polisi juga mengantisipasi penumpukan volume kendaraan yang diprediksi berbeda antara masa sebelum dan sesudah Lebaran. Pada fase arus mudik, kawasan Jembatan Lembu Peteng diprediksi menjadi titik termacet karena merupakan pertemuan lima ruas jalan utama. Untuk meminimalisir kekacauan arus, polisi mulai memasang pembatas jalan atau tolo-tolo serta memberikan pembinaan khusus kepada relawan pengatur lalu lintas.

"Kami memasang pembatas agar kendaraan dari jalur kecil tidak langsung memotong jalur utama," tambah Zainudin.

Memasuki masa libur Lebaran (H+), fokus pengamanan akan bergeser ke arah selatan, khususnya akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) yang berbatasan dengan Trenggalek. Guna merespons cepat kepadatan di jalur wisata tersebut, Satlantas telah membentuk tim "Patroli PIT" yang dibagi ke dalam empat wilayah tugas, mulai dari kawasan Cuwiri, pusat kota, hingga pesisir selatan.

Zainudin memastikan bahwa tim ini akan bergerak secara mobile untuk mengurai simpul kepadatan secara real-time. Jika kondisi di lapangan menunjukkan arus sudah melampaui kapasitas jalan (overload), pihak kepolisian tidak ragu untuk menerapkan rekayasa ekstrem demi menjaga kelancaran lalu lintas.

"Langkah one way dilakukan sebagai upaya terakhir jika kapasitas jalur sudah overload," pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow