Warga Lamongan Rela Antre Berjam-jam Demi Sembako Murah Pemprov Jatim

27 Feb 2026 - 03:51
Warga Lamongan Rela Antre Berjam-jam Demi Sembako Murah Pemprov Jatim
Warga Lamongan Antre Sejak Pagi Hari Demi Mendapatkan Sembako Murah. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Ratusan warga Kabupaten Lamongan rela mengantre panjang di tengah kondisi puasa demi bisa mendapatkan bahan pangan murah. Antrean yang mengular ini mewarnai kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di depan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Jumat (27/2/2026) pagi.

Masyarakat yang didominasi ibu rumah tangga ini sudah memadati lokasi. Mereka rela menunggu berjam-jam demi selisih harga komoditas pokok yang saat ini tengah melambung di pasaran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Salah satu warga, Windi, mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 08.00 WIB dan harus berdiri di barisan antrean yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa membawa pulang beras dan minyak.

"Antre hampir dua jam dari jam delapan tadi. Beli beras sama minyak, dapat harga 55 ribu rupiah per 5 kilogram (beras). Ya lumayan Mas, sangat membantu daripada di rumah (pasar) harganya kan mahal sekarang," tutur Windi.

Senada dengan Windi, Hartati juga harus bersabar menunggu hampir satu jam untuk mendapatkan giliran dilayani. Baginya, perjuangan mengantre ini terbayar dengan harga sembako yang lebih miring dibandingkan harga di pasar tradisional.

"Hampir satu jam antrenya. Mau beli sembako murah mas, ada gula, minyak, sama telur. Kalau di sini kayaknya lebih murah ya daripada di pasar, selisihnya bisa dua ribu rupiah kalau untuk minyak goreng. Harapannya ya ada terus tiap hari, sangat membantu sekali," ungkap Hartati.

 

Menanggapi antusiasme warga, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Prasojo Bayu, menjelaskan bahwa membludaknya warga merupakan bukti bahwa masyarakat sangat membutuhkan intervensi harga. GPM ini sengaja digelar sebagai langkah nyata pemerintah untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah bulan Ramadan.

"Gerakan Pangan Murah ini adalah intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kabupaten Lamongan. Kami mengambil spot di Pendopo untuk menjaga harga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah," ujar Prasojo saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan bahwa komoditas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari beraso9l (Premium, Medium, SPHP), bawang merah, bawang putih, cabai, gula pasir, minyak goreng, hingga telur dan daging ayam ras. Tersedia pula produk olahan beku dari UMKM lokal.

"Harapan kami di bulan Ramadan sampai Idulfitri nanti, harga yang ada di Kabupaten Lamongan tidak melebihi HAP (Harga Acuan Penjualan) atau HET (Harga Eceran Tertinggi)," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow