Wabup Lamongan Sebut Relokasi Trafo PLN di Masjid At-Taqwa Banyubang Dilakukan Minggu Ini

“Insya Allah, minggu ini relokasi trafo sudah bisa dilaksanakan. Yang terpenting adalah PLN cepat tanggap, responsif, dan solutif dalam menangani persoalan relokasi ini,” ujar Mas Wabup saat dikonfirmasi afederasi.com, Senin (6/4/2026) siang.

06 Apr 2026 - 04:54
Wabup Lamongan Sebut Relokasi Trafo PLN di Masjid At-Taqwa Banyubang Dilakukan Minggu Ini
Manajemen PLN Sidayu dan Gresik saat Melakukan Kunjungan Silaturahmi ke Rumah Dinas Wakil Bupati Lamongan pada Hari Minggu Kemarin (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Keluhan masyarakat terkait keberadaan infrastruktur kelistrikan di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, menemui titik terang. Pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sidayu dan PLN Gresik menunjukkan komitmen dengan segera melakukan relokasi trafo dan tiang listrik di wilayah tersebut.

Kepastian ini didapat setelah jajaran manajemen PLN Sidayu dan Gresik melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah dinas Wakil Bupati Lamongan pada Minggu (5/4/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah teknis percepatan pemindahan aset PLN agar tidak mengganggu aktivitas dan keamanan warga setempat.

Meskipun secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lamongan, Desa Banyubang berada di bawah koordinasi kewilayahan PLN ULP Sidayu, UP3 Gresik.

Wakil Bupati Lamongan menyambut baik respons positif dari pihak PLN. Menurutnya, koordinasi ini merupakan bentuk sinergi yang baik dalam memberikan pelayanan publik yang responsif.

“Insya Allah, minggu ini relokasi trafo sudah bisa dilaksanakan. Yang terpenting adalah PLN cepat tanggap, responsif, dan solutif dalam menangani persoalan relokasi ini,” ujar Mas Wabup saat dikonfirmasi afederasi.com, Senin (6/4/2026) siang.

Selain masalah kecepatan penanganan, koordinasi tersebut juga membuahkan hasil positif terkait pembiayaan. Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai biaya relokasi yang mencapai Rp80 juta. Namun, setelah dilakukan komunikasi intensif, pihak PLN memberikan keringanan biaya agar tidak memberatkan pihak-pihak terkait.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Banyubang, Sholahudin, mengapresiasi langkah konkret yang diambil oleh pihak PLN dan pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa proses fisik di lapangan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Info terbaru yang kami terima dari PLN, besok tim sudah mulai bergerak untuk memindahkan tiang dan trafonya. Kami sangat berterima kasih atas perhatian semua pihak yang terlibat,” ungkap Sholahudin. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow