Tulungagung Kebut Perbaikan Jalan H-7 Lebaran, Targetkan 90 Persen Jalur Utama Mulus
Memasuki H-7 Lebaran, mayoritas pengerjaan di sejumlah ruas jalan utama telah melampaui progres 50 persen, bahkan beberapa titik krusial sudah hampir mencapai tahap penyelesaian akhir.
Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung terus memacu perbaikan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Memasuki H-7 Lebaran, mayoritas pengerjaan di sejumlah ruas jalan utama telah melampaui progres 50 persen, bahkan beberapa titik krusial sudah hampir mencapai tahap penyelesaian akhir.
Beberapa titik yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat kini menunjukkan perkembangan signifikan. Ruas Gragalan-Wonorejo serta jalur di lingkungan 8 Ngunut dan Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, dilaporkan telah menyentuh angka 95 persen. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi kenyamanan para pemudik yang akan melintasi wilayah tersebut dalam waktu dekat.
Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Shodiq, mengungkapkan bahwa pihaknya memprioritaskan jalur-jalur penyangga mobilitas warga. "Untuk ruas Gragalan-Wonorejo dan Doroampel progresnya sudah sekitar 95 persen," ujar Shodiq saat meninjau lokasi, Kamis (12/3/2026). Ia menambahkan bahwa ruas jalan Pulosari hingga Bukur juga terus dikebut dan saat ini telah mencapai 62 persen.
Meski demikian, tantangan muncul pada ruas jalan Desa Sambijajar yang tingkat kerusakannya cukup parah. Karena kondisi medan yang memerlukan penanganan khusus, pengerjaan di titik ini baru menyentuh angka 2 persen. Sebagai langkah darurat agar tidak menghambat arus lalu lintas saat Lebaran, petugas akan melakukan pengurukan dan penambalan sementara. "Menjelang Lebaran kita lakukan penambalan sementara agar tidak mengganggu arus," jelasnya.
Sektor lain yang juga menjadi perhatian adalah jalur Boyolangu-Sanggrahan yang mulai memasuki tahap pengaspalan. Shodiq memberikan garansi bahwa saat hari raya tiba, seluruh permukaan jalan di jalur tersebut sudah tertutup aspal dengan sempurna. "Besok sudah mulai pengaspalan, saat Lebaran nanti sudah tertutup aspal semua," tegas Shodiq dengan nada optimis.
Strategi berbeda diterapkan untuk proyek rekonstruksi beton, terutama di wilayah pegunungan. Dinas PUPR memilih untuk menunda pengerjaan fisik skala besar tersebut hingga masa mudik berakhir demi menghindari kemacetan panjang. Pemerintah Kabupaten Tulungagung sendiri telah menggelontorkan anggaran fantastis untuk memastikan kelancaran mudik tahun ini. "Khusus untuk persiapan Lebaran ini, anggarannya hampir mencapai Rp60 miliar," ungkapnya.
Dengan sisa waktu yang ada, pemerintah daerah menargetkan setidaknya 90 persen jalur utama di Tulungagung sudah dalam kondisi prima sebelum puncak arus mudik. Sisanya, pengerjaan permanen dan rekonstruksi berat akan dilanjutkan kembali setelah perayaan Idul Fitri usai. "Target kami jalur utama selesai 90 persen sebelum Lebaran," tutup Shodiq.(riz/dn)
What's Your Reaction?



